Market Share Mitsubishi Naik, Penjualan Xpander Menjadi Penopang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xpander berhasil mengatasi sedikitnya empat kali tanjakan 50 yang diawali dengan kelokan dengan ruang manuver sempit.

    Xpander berhasil mengatasi sedikitnya empat kali tanjakan 50 yang diawali dengan kelokan dengan ruang manuver sempit.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia mencatat peningkatan penjualan ritelnya 7 tujuh bulan tahun ini karena ditopang oleh small multipurpose vehicle (MPV) Mitsubishi Xpander.

    Imam Choeru Cahya, Head of Sales & Marketing Group PT MMKSI, mengatakan penjualan ritel Xpander dari Januari sampai Juli tahun ini tercatat 46.650 unit. “Kenaikan penjualan Mitsubishi Motors pada periode Januari - Juli 2018 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya tentu ditopang oleh hadirnya Mitsubishi Xpander sebagai bintang baru di dunia otomotif Indonesia,” kata Imam kepada Bisnis, Selasa 21 Agustus 2018.

    Baca: Setelah ASEAN, Mitsubishi Xpander Diekspor ke Bolivia dan Mesir

    Dia menambahkan, penjualan ritel kendaraan bermotor mobil model small MPV tersebut juga menjadi motor pertumbuhan pangsa pasar Mitsubishi Motors pada 7 bulan tahun ini.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Mitsubishi Motors pada 7 bulan tahun ini mencapai 85.936 unit atau lebih tinggi 122,5 persen dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu, yakni 38.620 unit.

    Peningkatan penjualan ritel tersebut membuat pangsa pasar Mitsubishi Motors dari Januari sampai Juli 2018 menjadi 13,02 persen dari pangsa pasar pada periode yang sama tahun lalu, yakni 6,53 persen.

    Baca: GIIAS Makassar: Mitsubishi Berikan Promosi Menarik untuk Konsumen

    Sementara itu, penjualan ritel Mitsubishi Motors pada Juli 2018 sebanyak 14.077 unit. Penjualan ritel tersebut lebih banyak 8.209 unit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni 5.868 unit.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.