Supercar Bekas di TDA Luxury Toys Dibanderol Mulai Rp 400 Jutaan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peresmian TDA Luxury Toys, dealer penjual supercar second di Jakarta, Selasa, 26/02/2019. (Gooto/Wisnu)

    Peresmian TDA Luxury Toys, dealer penjual supercar second di Jakarta, Selasa, 26/02/2019. (Gooto/Wisnu)

    TEMPO.CO, Jakarta - TDA Luxury Toys yang merupakan showroom supercar mencatatkan penjualan pada 2018 rata-rata bisa tembus 10 hingga 20 unit per bulan.

    Soal mobil yang paling diminati hampir merata. "Karena kan jual macam-macam merek, dan saat ini di showroom tersedia 16 unit, tapi bisa muat hingga 25 unit," ujar President Director TDA Luxury Toys, William Tjandra di Jakarta pada Selasa, 26 Februari 2019.

    Baca: Beli Supercar Bekas di TDA Luxury Toys Bisa Kredit

    Showroom ini memiliki berbagai koleksi dari brand mewah ternama seperti Lamborghini, McLaren, Ferrari, Rolls Royce, Bentley, Porsche, Range Rover, dan lain-lain. Soal harga sangat bervariatif, dibanderol mulai Rp 400 juta -16 miliar.

    Mobil termahal di showroom ini dipegang oleh Ferrari 599 GTO  yang dibanderol Rp 16 miliar. Karena kelangkaan dan banyak peminat, mobil ini diklaim harga terus meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2016 mobil ini masih dijual Rp 10 miliar.

    TDA Luxury Toys juga baru saja meresmikan showroom terbarunya yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Februari 2019. Sebelumnya showroom ini beroperasi di Harmoni, Jakarta Pusat sejak tahun 2009.

    Baca: TDA Luxury Toys Buka Showroom Baru, Ini Supercar yang Dijual

    Showroom baru ini memiliki konsep tempat hang-out berkelas yang memberikan sensasi The Collest Place in Your World. Membuat pelanggan yang datang merasa nyaman dan senang berlama-lama untuk menikmati suasana sambil memilih supercar impiannya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?