Penyebab Pangsa Pasar Mitsubishi Xpander di Yogya Tak Berkembang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Livery Mitsubishi Xpander di pesawat Garuda Indonesia. 20 Februari 2019. (MMKSI)

    Livery Mitsubishi Xpander di pesawat Garuda Indonesia. 20 Februari 2019. (MMKSI)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pangsa pasar Mitsubishi Xpander di wilayah DIY-Jawa Tengah masih di bawah capaian nasional sejak resmi dikenalkan pada publik dua tahun silam, atau Agustus 2017.

    “Target kami market share Xpander untuk DIY Jateng tahun ini paling tidak bisa sama dengan capaian nasional 26 persen,” ujar Head of Sales & Marketing Region II Departement PT MMKSI, Amiruddin Jumat petang 1 Maret 2019 di Yogyakarta.

    Baca: Inden Mitsubishi Xpander Lama, Konsumen Pindah ke Nissan Livina?

    Amiruddin menilai masih rendahnya pangsa pasar Xpander di DIY-Jateng dipengaruhi beberapa hal. Meski setelah tiga bulan di launching seri itu mendapatkan predikat Car Of The Year, namun toh masih harus berhadapan dengan ketatnya persaingan seri MPV merek lain yang sudah menancapkan penterasi sejak lama.

    “Tiap daerah punya profile customer berbeda, kami butuh waktu penetrasi lebih lama meyakinkan konsumen jika Xpander ini lebih banyak keunggulannya dibanding lainnya, baik sisi produk dan pelayanannya,” ujarnya.

    Salah satu penetrasi yang bakal digencarkan Mistubishi untuk mendongkrak penjualan Xpander salah satunya makin serius menggarap segmen fleet khususnya birokrasi pemerintahan.

    “Untuk pemerintah Yogyakarta saat ini kami sedang melakukan pendekatan untuk penawaran Xpander sebagai operasional pemerintahan,” ujarnya. Entah pemerintahan daerah provinsi, kabupaten/kota maupun badan usaha milik daerah.

    Simak: Duel Avanza Vs Xpander di Pasar Mobil Bekas, Siapa Unggul?

    Amiruddin menuturkan untuk menggarap pasar fleet baik retail, korporasi maupun pemerintahan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program untuk dijalankan tahun ini. Seperti misalnya program Car Ownership Program (COP) yang melibatkan lebih banyak lembaga pembiayaan demi kemudahan pembayaran.

    “Terakhir kami sudah mensuplai perusahaan Aero Trans untuk kendaraan yang digunakan kru Garuda Indonesia sebanyak total hampir 400 unit, di mana separonya sudah dikirim,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.