Meluncur di Geneva, Honda e Prototype Sudah Dipesan 15 Ribu Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda e Prototype debut di Geneva Motor Show 2019. 5 Maret 2019. TEMPO/Burhan Sholihin.

    Honda e Prototype debut di Geneva Motor Show 2019. 5 Maret 2019. TEMPO/Burhan Sholihin.

    TEMPO.CO, Jenewa - Produsen mobil Jepang Honda menyatakan siap menjual mobil listrik Honda e Prototype. Mobil mungil dan imut ini sebelumnya telah diluncurkan di Tokyo Motor Show 2017. Namun, saat itu namanya adalah Honda Urban EV. Kini sudah ada belasan ribu pemesan mobil listrik itu.

    "Pemesanan mobil Honda e Prototype ini akan sudah dibuka pada awal musim panas ini," demikian pernyataan resmi Honda dalam jumpa pers di Jenewa, 5 Maret 2019.

    Baca: Honda e Prototype Siap Debut di Geneva Motor Show 2019

    Seperti dilaporkan wartawan Tempo.co Burhan Sholihin di Geneva Motor Show 2019, Selasa 6 Maret 2019, Honda menyatakan mobil ini sudah dijalankan sejauh 120 kilometer. "Persiapan untuk produksi sudah 98 persen," demikian pernyataan resmi Honda dalam jumpa pers di Jenewa. Diperkirakan sebelum akhir 2019, mobil ini sudah beredar di pasaran Eropa.

    Belum diketahui berapa harga yang akan dibanderol mobil ini. Tapi, di Inggris diperkirakan harganya sekitar 25 ribu hingga 40 ribu poundsterling (sekitar Rp 460 juta sampai Rp 743 juta).

    Baca: Honda Rilis Interior Prototipe Urban EV, Sederhana tapi Canggih

    Mobil ini dengan sekali isi listrik bisa menempuh jarak sejauh 200 kilometer. Pengisian baterainya pun tergolong cepat. Dalam waktu 30 menit sudah terisi 80 persen baterai, sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

    Honda e Prototype ini juga sedikit mengalami perubahan. Bukan cuma nama yang berubah. Ada gagang pintu yang bila ditekan menyembul. Dashboardnya futuristik dengan layar-layar elektronik, termasuk untuk melihat "cermin spion" ada di layar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.