Wuling Cortez Bermesin Turbo Akan Hadir untuk Konsumen Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Cortez dan Wuling Confero S di pameran GIIAS Medan, 31 Oktober 2018. (Wuling Motors)

    Wuling Cortez dan Wuling Confero S di pameran GIIAS Medan, 31 Oktober 2018. (Wuling Motors)

    TEMPO.CO, JakartaWuling Motors disebut-sebut sedang menyiapkan peningkatan performa untuk model MPV tertinggi Wuling Cortez. Mobil yang jadi andalan Wuling tersebut akan menggunakan mesin 1.5 liter bermesin turbo. 

    Baca: Wuling Almaz Kini Telah Kantongi 2.000 Pemesanan

    Saat ini, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) memasarkan Wuling Cortez dalam dua pilihan mesin yakni 1.500 cc dan 1.800 cc yang mana penjualan paling besar berasal dari varian 1.800 cc. Model mesin 1,5 liter turbo telah hadir di Cina dengan performa lebih baik dari dua mesin lainnya.

    Brand Manager Wuling Motors Indonesia Dian Asmahani tidak membatah kabar tersebut. Namun, dia enggan berbicara banyak perihal produk tersebut. "Tunggulah tanggal mainnya. Secepatnya kami informasikan kalau memang waktunya sudah dekat," ujarnya di Jakarta, Kamis 12 April 2019. 

    Dian menuturkan, saat ini Wuling Motors masih memasarkan Wuling Cortez yang ada. Ketika ditanya perihal produksi, dia tidak menjawab dengan detil. "Masih dijual. Cortez masih produksi varian lama," tambahnya. 

    Baca: Chevrolet Captiva 2019 Lebih Gagah Mirip Wuling Almaz?

    Adapun, saat ini produk Wuling Motors yang telah menggunakan mesin teknologi turbo ialah Wuling Almaz yang menggunakan mesin 1.5 liter turbo. 

    Respon pasar terhadap produk baru Wuling ini diklaim sangat baik dengan telah mengantongi lebih dari 2.000 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan). "Wholesales Februari sudah 500-an, Maret sebanyak 390-an itu sudah mulai dikirimkan ke konsumen," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.