Ngantuk Saat Berkendara di Bulan Puasa, Istrirahat!

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengemudi mulai mengantuk karena microsleep. Sumber: toyota.astra.id

    Ilustrasi pengemudi mulai mengantuk karena microsleep. Sumber: toyota.astra.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pengendara dituntut untuk tetap konsenterasi saat berkendara meski rasa kantuk sering kali dirasakan di jalan. Apalagi saat kondisi berpuasa, karena menahan lapar dan haus, otomatis badan kurang bertenaga dan mengakibatkan ngantuk.

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan pengendara baik mobil ataupun motor sebaiknya berhenti d itempat yang aman, untuk setidaknya beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

    Artinya jangan memaksakan diri untuk terus melaju dalam keadaan ngantuk apa lagi ditambah rasa lapar dan haus. Segera cari tempat beristirahat. Atau sekedar menggerakan badan agar aliran darah lebih lancara.

    Baca; Tips Mengemudi di Jalan Tol

    "Jangn ragu untuk segera mencari tempat berhenti yg aman dan lakukan streching ringan untuk melancarkan aliran darah," ujarnya saat dihubungi Tempo beberapa waktu lalu.

    Sony mengatakan, sebaiknya pastikan terlebih dulu kondisi badan sebelum memulai perjalanan, serta rencanakan di titik mana kira-kira untuk dijadikan area istirahat untuk berjaga-jaga jika rasa kantuk datang saat berkendara.

    Baca; Penelitian: 5 Lagu Ini Berpotensi Membawa Petaka saat Mengemudi

    "Kenali kemampuan diri, kapan capai, kapan fresh. Serta memetakan rest point untuk istirahat," katanya.

    "Namun kalau belum waktunya untuk berisitrahat, jangan ragu untuk berhenti cari tempat yang aman. Sekali lagi istirahatlah jika ngantuk mulai menyerang. Jangan dipaksakan," ujar Sony.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.