Skuter Listrik Cina dengan Label Ducati Imut, Harga Rp 42 Juta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Super Soco, baru-baru ini meluncurkan skuter listrik CUx dengan branding Ducati. Sumber: autocarindia.com

    Super Soco, baru-baru ini meluncurkan skuter listrik CUx dengan branding Ducati. Sumber: autocarindia.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen motor listrik asal Cina, Super Soco, baru-baru ini meluncurkan skuter listrik CUx dengan branding Ducati bahkan livery MotoGP. Skuter listrik baru ini dibanderol dengan harga £ 2.299 atau sekitar Rp 42 jutaan di Inggris.

    Baca Juga: Ducati Punya Skuter Listrik, Fitur Modern Performa Kurang Nendang

    Anehnya, skuter listrik CUx bukanlah produk Ducati namun memiliki warna merah dan putih yang ditampilkan dengan logo Ducati. Latihan branding ini merupakan satu-satunya koneksi yang dapat kita lihat antara kedua perusahaan.

    Berdasarkan penelusuran, produsen superbike Italia tampaknya tidak memiliki andil langsung dalam pengembangan e-scooter ini. Model edisi khusus tampaknya mengingatkan penempatan produk di sepanjang jajaran sepatu Puma bermerek Ferrari dan smartphone OnePlus 6T bermerek McLaren.

    CUx adalah varian paling tinggi dari line-up. Matik ini dilengkapi dengan baterai lithium-ion 32Ah yang menyediakan kisaran jangkayan 75 kilometer seperti yang diklaim produsen. Baterai bisa ditanggalkan dan dapat diisi ulang di luar skuter. Super Soco juga mengatakan bahwa baterainya menggunakan teknologi yang sama seperti yang ditemukan dalam Tesla Model S dan dapat diisi dengan cepat dalam waktu 3,5 jam.

    Baca Juga: Ducati Sedang Menyiapkan Skuter Matic, Ini Kata Bos Region Eropa

    E-scooter juga memiliki fitur pencahayaan LED, rem cakram di kedua ujungnya dan kluster instrumen full digital.

    AUTOCAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.