Makin Banyak Mobil MPV Baru, Ini Kata Bos Toyota

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas Toyota Avanza Veloz (Veloz Community) mengadakan buka puasa bersama dan santunan anak asuh Rimbani di Masjid Baitul Mughni, Jakarta Selatan, 18 Mei 2019. (Velozity)

    Komunitas Toyota Avanza Veloz (Veloz Community) mengadakan buka puasa bersama dan santunan anak asuh Rimbani di Masjid Baitul Mughni, Jakarta Selatan, 18 Mei 2019. (Velozity)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) di pasar roda empat Indonesia semakin banyak pilihannya. Para produsen baik yang sudah lama ada di Indonesua maupun pendatang baru berlomba-lomba menghadirkan model MPV-nya untuk menarik hati konsumen.

    Artinya, mau tidak mau permintaan konsumen akan terbagi lebih luas. Menanggapi hal tersebut Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, Toyota menggangap hal tersebut wajar dalam sebuah kompetisi.

    Baca Juga: Duet Maut Toyota Avanza - Daihatsu Xenia, 2,75 Juta Unit Terjual

    Dari situ maka produsen akan berlomba-lomba menghadirkan produk MPV-nya. Otomatis konsumen akan lebih punya banyak pilihan:

    "Pengertiannya sebenarnya kompetisi itu harusnya hasilnya makin bagus, karena semua maker akan berlomba kenallan produk baru," ujar Soerjo kepada wartawan di Halim, Jakarta Timur, Senin 8 Juli 2019.

    "Contohnya, sekarang dengan hadirnya model baru semua pada masuk di LMPV apapun masuk termasuk apakah itu yang sudah dikuasi Japanis maker, masuk Chines maker, jadi sangat terbuka," tambahnya.

    Selain itu semakin banyaknya pemain baru disegmen MPV menurut Soerjo mempunyai damapak positif terhadap Toyota. Karena dengan begitu kata Soerjo, Toyota harus terus berinovasi demi memenangkan persaingan.

    Baca Juga: New Toyota Avanza dan Veloz Resmi Meluncur, Harga Tidak Naik

    "Juga men-challenge pemain lama untuk berinovasi untuk produk baru. Seperti Avanza itu kita lakukan pembaruan pada Januari walaupun secara komen, ada yang bilang kurang belum full model change dan lainnya, tapi masih diapresiasi konsumen, dari hasil penjualannya hasil naik terus. Jadi cukup bagus," pungkasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.