Main ke GIIAS 2019, Kaesang Pangarep Kepincut Toyota GR Supra

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep berkunjung ke arena GIIAS 2019 di ICE BSD, Tangerang. Ia menjajal mobil sport asal Jepang, Toyota GR Supra, Jumat 19 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep berkunjung ke arena GIIAS 2019 di ICE BSD, Tangerang. Ia menjajal mobil sport asal Jepang, Toyota GR Supra, Jumat 19 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Tangerang - Anak bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, terlihat berkeliling arena Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019, di ICE BSD, Jumat 19 Juli 2019.

    Setelah asik berkeliling, mata Kaesang tertuju pada mobil sport seharga Rp 2 miliar yang baru meluncur di GIIAS 2019 yakni Toyota GR Supra.

    Ketika ditanyakan komentarnya setelah mencoba mobil sport asal Jepang itu, pria yang juga memiliki usaha kuliner Sang Pisang itupun mengaku cukup tertarik dengan Toyota GR Supra.

    "Gak tau enak apa ngga, tapi bagus. Pas banget," ujar Kaesang.

    Kaesang Pangarep masuk ke dalam kabin Toyota GR Supra di GIIAS 2019 di ICE, BSD City, Jumat, 19 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Ketika ditanya lebih lanjut terkait kemungkinan apakah dia akan memboyong mobil bertenaga besar itu, Kaesang hanya mengatakan kagum terhadap mobil.

    "Cuma pengen saja, bukan berarti bakal beli," jawabnya sambil tersenyum.

    Toyota GR Supra merupakan model global pertama produksi Toyota Gazoo Racing. Model ini menekankan upaya mencapai kinerja performa yang tinggi untuk melahirkan kesenangan.

    Meski sudah dipamerkan di ajang GIIAS 2019, untuk harga Toyota belum mau menyebutkan berapa harga resmi dari GR Supra. Namun produsen otomotif asal Jepang tersebut mengaku masih
    menunggu BBN (bea balik nama).

    Harganya sendiri akan berada di kisaran Rp2 miliaran on the road (OTR) Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.