Incar Pasar Asia, Helm Shark Akuisisi Nolan Group

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nolan diklaim satu-satunya helm asal Italia yang masih diproduksi dan dirakit di Italia, tepatnya di Brembate, Sopra. (Dok Nolan)

    Nolan diklaim satu-satunya helm asal Italia yang masih diproduksi dan dirakit di Italia, tepatnya di Brembate, Sopra. (Dok Nolan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bulan Juli 2019, Merek helm asal Prancis, Shark yang dipakai sejumlah pembalap kenamaan MotoGP seperti Jorge Lorenzo dan Johan Zarco mengakuisisi perusahaan helm asal Italia, Nolan Group. Helm Nolan ini juga pernah dipakai pembalap MotoGP seperti mantan Juara Dunia MotoGP Stoner dan Marco Melandri.

    Transaksi tersebut melibatkan dua perusahaan induk, 2Ride Holding Group yang memegang merek Shark, Bering, Ségura, Bagster, dan Cairn dan Nolan Group dengan brand Nolan, Grex, dan helm X-lite.

    Akuisisi ini membangun merek Eropa yang lebh kuat di industri sepeda motor, yang harus diposisikan dengan baik untuk bersaing dengan pemain lain seperti Alpinestars dan Dainese/AGV. Penggabungan kekuatan ini juga memungkinkan kedua perusahaan untuk menggabungkan upaya mereka dalam tumbuh di luar Uni Eropa, terutama di pasar Amerika Utara dan Asia.

    "Kami sangat senang hari ini untuk menyelesaikan merger ini," kata Patrick François, Presiden 2 Ride Holding. "Tujuan kami adalah untuk mengoptimalkan semua keahlian Italia, Prancis, dan Eropa ini untuk menawarkan kepada konsumen global kami produk yang lebih protektif dan lebih mudah digunakan."

    “Merek Nolan dan Shark, serta tim mereka masing-masing, memiliki nilai yang sama, yang didedikasikan untuk keselamatan pengendara, baik dengan sepeda motor atau alat transportasi lainnya. Sampai sekarang, tim kami telah mulai bekerja bersama dalam tujuan membangun masa depan ini untuk pengguna kami."

    ASPHALT AND RUBBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.