3 Alasan General Motors Hengkang dari Pasar Mobil di Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil SUV Pikap, Chevrolet Silverado 2020 tengah diproduksi di General Motors Flint Assembly Plant di Flint, Michigan, AS, 5 Februari 2019. Chevrolet Silverado diperkenalkan tahun 1998 sebagai pengganti Chevrolet C/K. REUTERS/Rebecca Cook

    Mobil SUV Pikap, Chevrolet Silverado 2020 tengah diproduksi di General Motors Flint Assembly Plant di Flint, Michigan, AS, 5 Februari 2019. Chevrolet Silverado diperkenalkan tahun 1998 sebagai pengganti Chevrolet C/K. REUTERS/Rebecca Cook

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan otomotif multinasional yang bermarkas di Renaissance Center di Detroit, Michigan, Amerika Serika, General Motors (GM) menghentikan kegiatan penjualannya di Indonesia.

    Dalam keterangan resminya, Senin 28 Oktober 2019, GM akan menghentikan penjualan di pasar roda empat Indonesia pada akhir Maret 2020. Keputusan tersebut disampaikan President GM Asia Tenggara, Hector Villarreal, setelah melalui berbagai pertimbangan yang tidak mudah. Ia mengaku bahwa di Indonesia mereka kurang punya pasar. Untuk itu GM akan fokus pada pasar yang telah mereka kuasai.

    "Secara global, GM telah mengambil langkah-langkah yang sulit untuk memfokuskan aset dan sumber daya yang dimilikinya. Keputusan yang sulit ini konsisten dengan strategi global GM untuk tetap berfokus pada pasar yang memiliki jalur yang jelas untuk mencapai keuntungan yang berkesinambungan," ujarnya.

    "Di Indonesia, kami tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan berkesinambungan," tambah Hector

    Bukan hanya soal pasar, Hector juga menyebut faktor-faktor lain membuat aktifitas GM di Indonesia kurang bergairah. Sepertii pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing.

    “Dengan berat hati, perlu kami sampaikan bahwa keputusan ini akan memiliki dampak pada beberapa karyawan kami. Dalam hal ini, GM akan memberikan pesangon yang sesuai dalam proses peralihan ini. Kami juga berkomitmen untuk membantu para pihak dalam proses peralihan ini."

    Meski demikian, GM akan tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan Chevrolet dalam bentuk layanan garansi dan purna jual.

    “Para pemilik Chevrolet juga dapat memastikan bahwa kami akan tetap mengakui keberlakuan seluruh jaminan kendaraan dan memberikan layanan purna jual. Kami akan tetap melayani setiap pelanggan untuk perawatan dan perbaikan kendaraan Chevrolet mereka di outlet resmi kami di seluruh Indonesia,” kata Villareal.

    Pusat layanan pelanggan Chevrolet Indonesia siap untuk menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan pelanggan. Para pelanggan dapat menghubungi 1500 951 atau mengunjungi situs www.chevrolet.co.id

    GM akan bekerjasama dengan seluruh jaringan dealer untuk kelancaran peralihan dan persiapan purna jual.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.