Alasan Insentif Parkir Kendaraan Listrik Belum Bisa Diterapkan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peresmian klub mobil listrik Tesla di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis malam 12 Desember 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peresmian klub mobil listrik Tesla di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis malam 12 Desember 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjanjikan banyak insentif untuk kendaraan listrik. Satu di antarnya adalah insentif parkir. "Kami masih bahas untuk insentif parkirnya," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat menghadiri peresmian klub mobil listrik Tesla di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, 12 Desember 2019.

    Hanya saja, lanjut dia, insentif parkir belum langsung bisa diberikan pada awal tahun depan. Sebabnya, untuk memberikan insentif parkir bagi kendaraan listrik pemerintah perlu berkoordinasi dengan pihak swasta.

    "Ini kebijakan teknis karena tempat parkir bukan hanya kami, tapi juga menyangkut yang dikelola swasta," ujarnya.

    Pemerintah dan swasta bakal memberi insentif parkir karena mobil listrik tidak menyumbang polusi untuk ibu kota. "Jadi nanti akan lebih murah biaya parkirnya."

    Anies menuturkan pemerintah telah memberikan sejumlah insentif untuk kendaraan listrik pada tahun depan. Sejumlah insentif yang diberikan di antaranya, membebaskan Biaya Balik Nama dan mengkorting 50 persen biaya pajak kendaraan bermotor.

    Selain itu, pemerintah juga membebaskan kendaraan listrik dari kebijakan ganjil genap di 25 ruas jalan di ibu kota. "Program insentif (kendaraan listrik) itu mulai berlaku mulai tahun depan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.