Bosch: Produksi Mobil Maret Terganggu Jika Wuhan Tak Membaik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Bosch IoT shuttle saat dipamerkan dalam acara International Frankfurt Motor Show (IAA) 2019 di Frankfurt, Jerman, 11 September 2019. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Bus Bosch IoT shuttle saat dipamerkan dalam acara International Frankfurt Motor Show (IAA) 2019 di Frankfurt, Jerman, 11 September 2019. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pabrik Bosch yang memproduksi perangkat penting mulai dari sensor hingga pengereman masih menonaktifkan pekerja sejak tahun baru Cina hingga beberapa hari ke depan. “Kami prihatin, tetapi berdasarkan fakta hari ini, kami tidak memiliki gangguan pada bisnis atau rantai pasokan kami," kata Chief Executive Bosch Volkmar Denner, dikutip dari Reuters, Sabtu 1 Februari 2020.

    Bosch mengandalkan Cina sebagai basis manufaktur global untuk mengekspor motor listrik, transmisi, dan perangkat elektronik untuk penambah daya bagi mobil listrik.

    “Kami perlu menunggu untuk melihat bagaimana keadaan berkembang. Jika situasi ini berlanjut, rantai pasokan akan terganggu. Ada prediksi yang memperkirakan puncak infeksi akan berlanjut hingga Februari atau Maret," kata Denner.

    “Di Wuhan, Bosch memiliki dua pabrik, yakni untuk membuat sistem kemudi dan termo-teknologi, dengan sekitar 800 karyawan. Belum ada laporan infeksi," dia melanjutkan.

    Pabrik Bosch di Cina telah ditutup karena libur Tahun Baru Cina yang diperpanjang hingga 3 Februari. Libur yang diperpanjang tersebut, menurut Denner, tidak akan mengganggu bisnis global Bosch.

    Bosch telah berada di Cina sejak 1909 dan memiliki 23 fasilitas manufaktur otomotif di lebih dari 60 lokasi di pasar mobil terbesar di dunia itu, yang merupakan rumah bagi tenaga kerja terbesar Bosch di luar Jerman. Bosch mempekerjakan 403.000 orang di seluruh dunia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.