Mobil MINI Listrik Baru Masuk Indonesia 2022, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BMW AG memperkenalkan mobil listrik Mini Countryman 2017 dalam acara Los Angeles Auto Show di Los Angeles, California, 16 November 2016. Mini Countryman menggunakan mesin bensin tiga silinder 1.5 liter bertenaga 134 daya kuda dengan motor listrik bertenaga 87 daya kuda. REUTERS/Lucy Nicholson

    BMW AG memperkenalkan mobil listrik Mini Countryman 2017 dalam acara Los Angeles Auto Show di Los Angeles, California, 16 November 2016. Mini Countryman menggunakan mesin bensin tiga silinder 1.5 liter bertenaga 134 daya kuda dengan motor listrik bertenaga 87 daya kuda. REUTERS/Lucy Nicholson

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia, Jodie O'Tania, memastikan MINI versi listrik tidak akan masuk ke Indonesia tahun ini. Selain masih memprioritaskan BMW, merek ikonik itu juga disebut baru bisa masuk ke Tanah Air setelah tahun 2021.

    "Sama saat kita mau menghadirkan BMW versi listrik. Awalnya kita mau memastikan awareness dan edukasi sudah ada, infrastruktur bagaimana, dealer, dan staff pendukung apabila terjadi sesuatu pada mesin,"ujar Jodie di sela-sela peluncurnan MINI John Cooper Works, di Kawasan Senayan, Jumat, 14 Februari 2020.

    Untuk itu, MINI-E dipastikan belum bisa mengaspal di Indonesia pada tahun 2020. Tahun ini, kata Jodie, BMW Group Indonesia yang membawahi MINI akan lebih fokus memberika edukasi sekaligus mempelajari pasar.

    "Setelah itu baru mungkin kita akan hadirkan merek seperti MINI-E yang full elektrik,"ujarnya.

    Selain itu, BMW Group juga tengah fokus menjual sederet mobil listrik dari merek BMW. Khusus tahun ini, Jodie memastikan akan ada produk baru dari line-up kendaraan setrum tersebut.

    "Jadi gantian lah, tahun ini kita fokus ke BMW, kita perbesar target marketnya, dan kita lihat responnya baru kita hadirkan MINI-E,"ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.