Ini Dampak Tutupnya Pabrik Honda Filipina bagi HPM

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • New Honda BR-V di Jepara, Jawa Tengah, 2 Mei 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    New Honda BR-V di Jepara, Jawa Tengah, 2 Mei 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaHonda Motor bakal menutup fasilitas produksinya di Filipina mulai Maret 2020. Honda Cars Philippines, Inc. merupakan unit perusahaan otomotif global tersebut di Filipina, selama ini menghasilkan sejumlah produk andalan Honda yaitu BR-V dan City.

    Langkah itu bakal berdampak pada kinerja Honda di Indonesia. Hal itu diyakini agen pemegang mereka Honda di Indonesia, PT Honda Prospect Motor (HPM). "Iya. Ada impact kepada bisnis ekspor kami," kata Yusak Billy, Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan dan Pemasaran HPM kepada Bisnis, Selasa 25 Februari 2020.

    Dia merincikan selama ini pihaknya mengeskpor sejumlah bagian kendaraan terurai alias completely knock down (CKD) untuk produk BR-V dan City. Dengan penutupan manufaktur Honda di Filipina, jelas dia, HPM bakal berhenti pula mengeskpor bagian CKD tersebut.

    "Karena kami melakukan expor beberapa part CKD untuk BRV dan City sampai di tutupnya pabrik di sana," jelas Yusak.

    Honda Motor Co., dalam keterangan resminya, Sabtu lalu, menyatakan bahwa unit usahanya yang beroperasi di negara itu, yakni Honda Cars Philippines, Inc., akan menghentikan operasional produksinya di pabriknya di Sta. Rosa, Laguna, efektif Maret, 2020.

    "Honda Cars Philippines, Inc. akan menghentikan operasi produksi di pabriknya di Sta. Rosa, Laguna, efektif Maret, 2020," demikian tertulis di laman resmi raksasa otomotif asal Jepang tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.