Polusi Ban Lebih Buruk 1.000 Kali dari Emisi Gas Buang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ban Mobil. TEMPO/Wawan Priyanto

    Ilustrasi Ban Mobil. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren peralihan mesin konvensional atau bahan bakar fosil ke mobil listrik tentu memberikan kabar yang bagus untuk lingkungan. Hanya saja berdasarkan penelitian baru dari Emission Analytics, polusi dari keausan ban bisa 1.000 kali lebih buruk daripada polusi dari emisi gas buang.

    Masalah partikel berbahaya dari ban adalah masalah lingkungan yang terus berkembang, dan dengan semakin banyak kendaraan yang lebih besar dan lebih berat seperti SUV yang melaju di jalan, masalahnya semakin buruk. Kendaraan listrik yang lebih berat juga berkontribusi terhadap masalah ini.

    Tidak seperti peraturan emisi gas buang, polusi keausan ban tidak diatur sama sekali. Emisi gas buang sangat ketat diatur sehingga mobil saat ini cenderung menghasilkan sangat sedikit partikel berbahaya, tetapi hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk ban, atau bahkan rem yang menimbulkan masalah serupa.

    Batas emisi gas buang yang diatur adalah 4,5 miligram per kilometer, tetapi emisi keausan ban dapat mencapai 1.000 kali lipat, dengan jalan yang rusak, dan ban yang tidak terinflasi.

    "Sudah waktunya untuk mempertimbangkan tidak hanya apa yang keluar dari knalpot mobil tetapi polusi partikel dari keausan ban dan rem," kata Richard Lofthouse, Peneliti Senior di Emissions Analytics. "Tes awal kami mengungkapkan bahwa mungkin ada jumlah yang mengejutkan dari polusi partikel dari ban 1.000 kali lebih buruk daripada emisi dari knalpot mobil."

    "Yang lebih menakutkan adalah bahwa sementara emisi gas buang telah diatur dengan ketat selama bertahun-tahun, keausan ban benar-benar tidak diatur apalagi meningkatnya pertumbuhan penjualan SUV yang lebih berat dan mobil listrik bertenaga baterai, emisi non-gas buang (NEE) adalah masalah yang sangat serius. "

    Nick Molden, CEO Emission Analytics menambahkan tantangan bagi industri dan regulator adalah lubang hitam yang hampir lengkap dari informasi konsumen yang masih disibukkan dengan emisi gas buang. Dalam jangka pendek, pemasangan ban berkualitas lebih tinggi adalah salah satu cara untuk mengurangi NEE ini.

    "Namun pada akhirnya, industri mobil mungkin harus menemukan cara untuk mengurangi berat kendaraan. Apa yang tidak diragukan lagi peraturan yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini."

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara