Tesla Jadi Perusahaan Otomotif Terkaya Kalahkan Raksasa Toyota

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla Model X. 10 Juni 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Tesla Model X. 10 Juni 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun ini menjadi tahun terburuk dalam sejarah bisnis termasuk industri otomotif. Wabah Covid-19 telah membuat beberapa perusahaan hampir kolaps. Bahkan, banyak dari perusahaan yang memilih strategi baru untuk meminimalkan kerugian dan risiko lebih lanjut daripada berkonsentrasi pada produk atau layanan baru.

    Jika kita melihat industri otomotif, ada beberapa pasang surut. Tren penjualan yang bervariasi memiliki dampak besar pada penilaian pasar mereka juga. Seperti dikutip dari Rushlane, produsen mobil listrik asal Amerika, Tesla telah menjadi perusahaan mobil paling berharga di dunia setelah mengalahkan Toyota Jepang, berkat lonjakan harga saham baru-baru ini. Ini adalah prestasi yang mengesankan karena Tesla adalah salah satu model yang berbeda dari produsen mobil di zaman modern.

    Tesla, Inc., pembuat mobil Silicon Valley meraih penilaian pasar dari 190,12 miliar USD dan tumbuh sebesar 8,97 persen. Toyota mengikuti 182,27 milyar USD (+ 0,32 persen) sementara Volkswagen milik Jerman tertinggal lebih dari 100 milyar untuk berada di posisi ketiga. Valuasi mencapai 81,72 miliar USD setelah menghadapi kejatuhan 4,70 persen. Honda jauh di belakang di 48,42 miliar USD (+ 0,47 persen). Grup Daimler Jerman (yang memiliki Mercedes-Benz) dihargai 45,18 miliar USD (-4,41 persen) menyusul Ferrari 43,30 miliar USD (+ 0,67 persen). BMW Group mencatat 41,87 miliar USD dan penurunan sekitar 3,41 persen dibandingkan dengan Amerika, General Motors 41 41,14 miliar USD (-3,72 persen).

    SAIC adalah perusahaan Cina paling bernilai dalam daftar. Grup ini mengumpulkan penilaian sebesar 29,99 miliar USD, naik 0,48 persen. Ford jatuh ke posisi 10 karena nilainya mencapai 27,08 miliar USD (-5,94 persen). Produsen mobil Korea Selatan, Hyundai mencapai 22,84 miliar USD dan turun 2,69 persen. Menyusul penutupan adalah kelompok BYD dari Cina yang bernilai 22,52 miliar USD, mengalami peningkatan 2,30 persen.

    Fiat Chrysler Automobiles (FCA), perusahaan patungan antara AS dan Italia, turun 3,83 perseb dan mencapai 19,76 miliar USD. Pada posisi 14 dan 15 duduk produsen mobil Jepang Subaru (-0,08 persen) dan Suzuki (-0,87 persen) masing-masing dengan 18,42 dan 17,77 miliar USD. Pendatang yang masih ada dalam daftar termasuk Nissan, Geely, Groupe PSA, Renault, FAW, Changan, Dongfeng, Tata Motors (4,79 miliar USD; -1,50 persen), Mazda dan Mitsubishi.

    Berikut Daftarnya (dalam dolar Amerika):

    1. Tesla  190,12 Miliar
    2. Toyota 182.27
    3. Volkswagen 81.72
    4. Honda 48.42
    5. Daimler 45.18
    6. Ferrari 43.3
    7. BMW 41.87
    8. GM 41.14
    9. SAIC 29.99
    10. Ford 27.08
    11. Hyundai 22.84
    12. BYD 22.52
    13. FCA 19.76
    14. Subaru 18.42
    15. Suzuki 17.77
    16. Nissan 16.75
    17. Geely 15.17
    18. Groupe PSA 13.52
    19. Renault 7.63
    20. FAW 7.53
    21. Changan 6.58
    22. Dongfeng 6.03


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.