Pesepeda Indonesia Naik 1000 Persen, Negara Ini Alami Lonjakan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengayuh sepedanya saat melintas di jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020. Untuk menyikapi maraknya penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi oleh masyarakat, Kementerian Perhubungan menyiapkan regulasi terkait keselamatan pesepeda yang meliputi pemantul cahaya bagi pesepeda, jalur sepeda, serta penggunaan alat keselamatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Warga mengayuh sepedanya saat melintas di jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020. Untuk menyikapi maraknya penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi oleh masyarakat, Kementerian Perhubungan menyiapkan regulasi terkait keselamatan pesepeda yang meliputi pemantul cahaya bagi pesepeda, jalur sepeda, serta penggunaan alat keselamatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengguna sepeda atau pesepeda mengalami peningkatan pesat di Indonesia. Berdasarkan survei The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) penggunaan sepeda meningkat hingga 10 kali lipat atau meningkat 1.000 persen saat PSBB Jakarta, dibandingkan dengan pada Oktober 2019.

    Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan bersepeda dinilai lebih aman dan dapat meningkatkan imun terhadap tubuh pada masa pandemi.

    Keuntungan industri sepeda menjadi bagian kerugian dari para produsen mobil. Menurut survei Internetstores, penjual ritel sepeda daring, konsumen melihat sepeda listrik sebagai pengganti yang cocok untuk penggunaan mobil. Sebanyak 28 persen konsumen juga melihat e-sepeda dalam posisi yang siap menggantikan mobil sebagai alat transportasi dalam kota.

    Tidak hanya di Indonesia, tren bersepeda juga menyebar di Eropa. Sama dengan Indonesia, Pandemi Covid-19 telah meningkatkan popularitas sepeda. Bahkan sebelum pandemi, sepeda telah menikmati peningkatan permintaan dari konsumen yang sadar lingkungan. Namun, risiko penularan virus corona melalui penggunaan bus dan kereta semakin meningkatkan daya tarik sepeda.

    Peningkatan itu terjadi ketika negara-negara di Eropa menerapkan kebijakan penguncian wilayah. Stephanie Krone, ahli lalu lintas di asosiasi sepeda Jerman ADFC, mengatakan warga Jerman menghabiskan dua kali lebih banyak waktu bersepeda dari sebelumnya.

    “Toko sepeda saat ini melihat ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi untuk melanjutkannya, pemerintah kota harus meningkatkan infrastruktur untuk mengakomodasi semua pendatang baru,” ujarnya, dikutip dari Bloomberg pada Minggu 5 Juli 2020.

    Jerman sejauh ini merupakan pasar sepeda terbesar di Eropa, dengan 1,36 juta sepeda listrik terjual pada 2019. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dari jumlah penjualan pada tiga tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, 3,6 juta mobil terjual di negara itu tahun lalu, dan pasar anjlok 35 persen pada paruh pertama 2020.

    Federasi Pengendara Sepeda Eropa menyatakan bahwa 32 kota terbesar di Uni Eropa telah mengajukan perbaikan fasilitas bersepeda. Belgia, Denmark, dan Belanda bahkan telah merintis jalur cepat yang dirancang untuk pengendara sepeda.

    Selain itu, banyak pula rencana yang datang dengan mengorbankan jalur lalu lintas mobil. Roma, misalnya, kebanyakan hanya mengecat jalur sepeda. Adapun, Berlin dan Paris mendirikan jalur pop-up sepeda di tengah pandemi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.