Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Daur Ulang atau Dibuang, Bagaimana Nasib Limbah Baterai Mobil Listrik?

image-gnews
Baterai pada mobil listrik yang mogok saat di kendaraai Menteri BUMN Dahlan Iskan dari Depok menuju Kantor BPPT di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (16/07). Dahlan Iskan melakukan test drive mobil listrik garapan Dasep Ahmadi meskipun sempat mogok. TEMPO/Dasril Roszandi
Baterai pada mobil listrik yang mogok saat di kendaraai Menteri BUMN Dahlan Iskan dari Depok menuju Kantor BPPT di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (16/07). Dahlan Iskan melakukan test drive mobil listrik garapan Dasep Ahmadi meskipun sempat mogok. TEMPO/Dasril Roszandi
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun tidak mengeluarkan emisi gas buang yang dapat menjaga kualitas udara bersih, kendaraan elektrik bisa menimbulkan limbah baterai mobil listrik.

Kendaraan listrik berbasis baterai memang diprediksi mengalami lonjakan karena dipercaya sebagai solusi berkendara di masa depan. Itu terbukti ketika negara Uni Eropa mengelami peningkatan penjualan mobil listrik maupun plug-in hybrid sepanjang tahun lalu.

Hasil riset Tempo pada Jumat, 11 Juni 2021, menemukan data dari European Automobile Manufacturers Association (ACEA) menunjukkan penjualan mobil listrik murni dan plug-in hybrid melonjak menjadi 1,046 juta kendaraan dari 387.808 pada 2019.

Secara umum, penjualan mobil hybrid naik 59 persen menjadi 1.182 juta tahun lalu. Sementara itu menurut Reuters penjualan kendaraan bensin dan diesel masing-masing turun 37 persen dan 32 persen.

Meskipun kendaraan bertenaga listrik diakui tidak mengeluarkan karbon dioksida, namun di balik itu ada masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Hal ini terletak pada baterai bekasnya. Diketahui limbah baterai mobil listrik itu sangat berbahaya dan dapat merusak lingkungan.

Menanggapi hal ini Amerika Serikat, di bawah Pemerintahan Joe Biden, sedang membahas rencana untuk mendaur ulang serta cara-cara untuk mengurangi penggunaan logam dalam baterai baru pada kendaraan listrik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Ketika Anda melihat cara AS mendekati peluang daur ulang, yang sangat jelas adalah kita perlu berinvestasi dalam kapasitas itu dan mengambil pendekatan yang lebih proaktif. Sebagian besar peluang dari baterai lithium ialah mendaur ulang dari baterai yang ada dan memasukkannya ke dalam baterai baru ini” kata seorang pejabat pemerintah yang dikutip dari Carscoops.

Sementara itu, sejumlah perusahaan rintisan kini telah mencoba cara baru untuk mendaur ulang limbah baterai mobil listrik. Perusahaan India ACE Green Recycling Inc telah mengembangkan proses suhu ruangan dengan mengubah timbal dari baterai bekas menjadi briket dengan kemurnian hingga 99,95 persen.

Baca: Daur Ulang Limbah Baterai Mobil Listrik, Ini Kata Kia dan SK Innovation

HIDAYAT SALAM

REUTERS | CARSCOOPS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kepala BRIN Ungkap Tantangan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

8 jam lalu

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. (Foto: IEMS)
Kepala BRIN Ungkap Tantangan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Kepala BRIN menilai ekosistem kendaraan listrik di dunia, termasuk Indonesia, masih belum matang karena keterbatasan teknologi.


Bank Mandiri Gelar Aksi Bersih-bersih di SUGBK

4 hari lalu

Bank Mandiri Gelar Aksi Bersih-bersih di SUGBK

Sampah yang terkumpul didaur ulang menjadi produk berguna.


Jokowi Sebut Hanya Kendaraan Listrik yang Boleh Digunakan di IKN

7 hari lalu

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Peluncuran Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik di SPBU MT Haryono, Jakarta, Selasa, 22 Februari 2022. Jokowi berharap melalui pembangunan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir tersebut, Indonesia dapat menjadi produsen kendaraan listrik. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi Sebut Hanya Kendaraan Listrik yang Boleh Digunakan di IKN

Jokowi optimistis indeks kualitas udara di ibu kota baru bisa mencapai angka 0.


Soal Komitmen Transisi Energi RI-Jepang, Airlangga Sebut Sudah Ada Roadmap EV Toyota dan Mitsubishi

17 hari lalu

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Nikkei Forum 29th Future of Asia, Tokyo, Jumat (24/5/2024). ANTARA/Juwita Trisna Rahayu
Soal Komitmen Transisi Energi RI-Jepang, Airlangga Sebut Sudah Ada Roadmap EV Toyota dan Mitsubishi

Menteri Airlangga menyatakan komitmen transisi energi lewat kerja sama pemerintah RI - Jepang terlihat dari roadmap investasi kendaraan listrik.


Terkini: Garuda Minta Harga Tiket Pesawat Naik, Alasan Tesla Belum Mau Investasi di Indonesia

19 hari lalu

Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 NG dengan tema Pikachu Pokemon. garuda-indonesia.com
Terkini: Garuda Minta Harga Tiket Pesawat Naik, Alasan Tesla Belum Mau Investasi di Indonesia

Berita terkini: Garuda Indonesia minta harga tiket pesawat dinaikkan. Alasan Tesla belum bersedia investasi di Indonesia.


Mengapa Tesla Belum Mau Investasi di Indonesia?

19 hari lalu

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersalaman dengan CEO Tesla Inc. Elon Musk saat berkunjung ke pabrik perakitan kendaraan listrik Tesla Inc, di Austin, Texas, Amerika Serikat, 26 April 2022. Foto/Istimewa
Mengapa Tesla Belum Mau Investasi di Indonesia?

Menteri Luhut mengatakan Tesla belum berinvestasi di Indonesia karena alasan oversupply kendaraan listrik (EV) dari China.


Pemerintah Targetkan 15 Juta Unit Kendaraan Listrik di 2030, Bagaimana Infrastruktur Pengisian Dayanya?

19 hari lalu

Baterai lithium untuk kendaraan listrik. REUTERS
Pemerintah Targetkan 15 Juta Unit Kendaraan Listrik di 2030, Bagaimana Infrastruktur Pengisian Dayanya?

Pemerintah menargetkan pengembangan sebanyak 2 juta unit kendaraan listrik roda empat dan 13 juta unit kendaraan listrik roda dua pada 2030 mendatang.


Indonesia-Korea Selatan Bahas Kerja Sama Genjot Kendaraan Listrik hingga Teknologi Nuklir

20 hari lalu

Indonesia-Korea Selatan Bahas Kerja Sama Genjot Kendaraan Listrik hingga Teknologi Nuklir

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama bilateral Indonesia dan Korea Selatan akan digenjot.


Pemerintah Siapkan Dana US$ 455 Juta untuk Subsidi Motor Listrik

20 hari lalu

Sejumlah pengendara sepeda motor listrik bersiap mengikuti riding bareng Motoe RI-1 di Jakarta, Ahad, 28 Januari 2024. Parade motor listrik yang digelar Gotion Indonesia dan Elektrik Rakyat Indonesia tersebut untuk mensosialisasikan dan juga mengedukasi masyarakat mengenai solusi transportasi ramah lingkungan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Pemerintah Siapkan Dana US$ 455 Juta untuk Subsidi Motor Listrik

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menyiapkan dana sebesar US$ 455 juta untuk mensubsidi penjualan sepeda motor listrik.


Atasi Limbah Tekstil dengan Program Daur Ulang Pakaian

20 hari lalu

Ilustrasi wanita memilih pakaian. Freepik.com/Arthur Hidden
Atasi Limbah Tekstil dengan Program Daur Ulang Pakaian

industri pakaian Indonesia diperkirakan akan menghasilkan 3,9 juta ton limbah tekstil pada 2030.