Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Takaaki Nakagami Kritik Teknologi Motor Balap MotoGP 2023, Apa yang Salah?

Reporter

image-gnews
Pembalap LCR Honda Takaaki Nakagami mengendarai sepeda motor menuju garasi tim saat sesi latihan bebas 1 MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Jumat 18 Maret 2022. Ajang balapan MotoGP seri kedua 2022 tersebut berlangsung pada 18-20 Maret 2022. ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Pembalap LCR Honda Takaaki Nakagami mengendarai sepeda motor menuju garasi tim saat sesi latihan bebas 1 MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Jumat 18 Maret 2022. Ajang balapan MotoGP seri kedua 2022 tersebut berlangsung pada 18-20 Maret 2022. ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap LCR Honda Takaaki Nakagami ikut mengkritik banyaknya teknologi yang ada di motor balap MotoGP 2023. Menurutnya, kekuatan dan kecepatan mesin motor MotoGP telah mengalami peningkatan signifikan.

Namun pada motor balap MotoGP 2023 ini, Nakagami menilai skill pembalap tidak lagi jadi faktor utama untuk menjadi cepat. Hal itu dikarenakan penggunaan teknologi seperti aerodinamika. 

"Anda bisa melaju lebih cepat dan kompetitif, tapi dari sudut pandang sensasi mengendarai motor, saya masih percaya motor MotoGP sebelumnya lebih saya sukai. Karena skill pembalap masih sangat dibutuhkan, nah sekarang situasinya telah berbeda," kata dia dikutip Tempo.co dari GPone.

Lebih lanjut Takaaki Nakagami mengenang momen kali pertama dirinya mentas di Grand Prix MotoGP secara satu musim penuh pada 2018. Saat itu dirinya sampai panik setiap kali keluar dari setiap tikungan.

"Karena saya tidak bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi tikungan berikutnya. Dahulu ban depan selalu naik, saya sampai menekan seluruh badan untuk menjaga motor tetap stabil. Sekarang Anda tinggal menekan tombol. Ini terlalu mudah. Motor sudah membantu semuanya," jelas dia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Rider LCR Honda itu menyebut motor MotoGP era sekarang terlalu dimanjakan oleh sistem elektronik.  "Dengan sistem elektronik semua meningkat, baik motor, mesin sampai daya cengkeram ban. Di semua sirkuit saat ini tidak ada lagi problem wheelie dan saya pribadi tidak menyukainya," tutup dia.

Takaaki Nakagami sendiri saat ini masih menempati peringkat ke-16 di klasemen MotoGP 2023 sementara dengan raihan 30 poin. Sejauh ini dirinya cukup konsisten menyelesaikan balapan di zona poin. Terhitung, ia hanya satu kali gagal meraih angka, yakni di Grand Prix Amerika.

Pilihan Editor: Formula 1 Belgia: Disenggol Lewis Hamilton, Mobil Sergio Perez Rusak

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pentingnya Pendekatan Inovatif dan Teknologi Atasi Air Bersih

1 hari lalu

Implementasi IOT Bima Sakti Alterra/Bima Sakti Alterra
Pentingnya Pendekatan Inovatif dan Teknologi Atasi Air Bersih

Teknologi anak bangsa mencoba integrasikan berbagai aspek pengelolaan air bersih, mulai dari infrastruktur, manajemen risiko, hingga analisis data.


Teknologi Hidrofon, Bisakah Memecahkan Misteri Hilangnya Pesawat MH370?

1 hari lalu

Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 yang hilang, terlihat dalam acara peringatan 10 tahun hilangnya pesawat tersebut, di Subang Jaya, Malaysia, 3 Maret 2024. Keluarga penumpang dari Malaysia dan Cina berkumpul untuk mengenang pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing yang hilang pada 8 Maret 2014 silam. REUTERS/Hasnoor Hussain
Teknologi Hidrofon, Bisakah Memecahkan Misteri Hilangnya Pesawat MH370?

Peneliti dari Cardiff, dengan teknologi hidrofon, punya harapan bisa memecahkan misteri hilangnya pesawat MH370.


Bicara Karbon Biru di Jerman, KKP Desak Perlu Teknologi Sistem Pemantauan Laut

1 hari lalu

Rancang Ekosistem Karbon Biru. prasetya.ub.ac.id
Bicara Karbon Biru di Jerman, KKP Desak Perlu Teknologi Sistem Pemantauan Laut

Kehadiran KKP di Jerman menyampaikan posisi Indonesia pada Ocean and Climate Change Dialogue.


Ducati Dinilai Ubah Arah Strategi Usai Rekrut Marc Marquez untuk MotoGP Musim Depan

2 hari lalu

Marc Marquez. (Foto: Red Bull Content Pool)
Ducati Dinilai Ubah Arah Strategi Usai Rekrut Marc Marquez untuk MotoGP Musim Depan

Ducati dinilai telah mengubah strategi yang berhasil membuat Francesco Bagnaia jadi juara dunia MotoGP menyusul promosi Marc Marquez ke tim utama.


Inilah 5 Aturan Baru di Euro 2024 yang Perlu Anda Ketahui

4 hari lalu

Pemain Italia Nicolo Barella membobol gawang Albania yang dikawal Thomas Strakosha dalam pertandingan Grup B Euro 2024 di Dortmund BVB Stadion, Dortmund, 16 Juni 2024. REUTERS/Leon Kuegeler
Inilah 5 Aturan Baru di Euro 2024 yang Perlu Anda Ketahui

Gelaran Euro 2024 di Jerman menghadirkan aturan-aturan baru. Apa saja?


Sering Dikira Problematik, Berikut 7 Sisi Positif Gen Z yang Harus Diketahui

6 hari lalu

Ilustrasi anak muda dan gadget. Shutterstock
Sering Dikira Problematik, Berikut 7 Sisi Positif Gen Z yang Harus Diketahui

Meskipun sering dihadapkan pada stereotip negatif, Gen Z memiliki banyak sisi positif.


Karakter Gen Z dalam Bekerja: Tidak Suka Lingkungan Kerja Otoriter

12 hari lalu

Ilustrasi pekerja generasi Z atau Gen Z.
Karakter Gen Z dalam Bekerja: Tidak Suka Lingkungan Kerja Otoriter

Generasi Z atau Gen Z memiliki sejumlah karakter dalam memilih dan menjalani pekerjaan mereka. Apa saja?


Marc Marquez Gabung Pabrikan Ducati pada MotoGP 2025, Sudah Tertarik Sejak November Lalu

14 hari lalu

Marc Marquez ke Ducati Lenovo untuk musim MotoGP 2025. (Foto: Dok. Marc Marquez)
Marc Marquez Gabung Pabrikan Ducati pada MotoGP 2025, Sudah Tertarik Sejak November Lalu

Ducati telah mengumumkan bahwa Marc Marquez akan bergabung dengan mereka mulai MotoGP 2025.


Marc Marquez Pindah ke Tim Pabrikan Ducati Lenovo hingga MotoGP 2026, Jadi Tandem Francesco Bagnaia

15 hari lalu

Marc Marquez ke Ducati Lenovo untuk musim MotoGP 2025. (Foto: Dok. Marc Marquez)
Marc Marquez Pindah ke Tim Pabrikan Ducati Lenovo hingga MotoGP 2026, Jadi Tandem Francesco Bagnaia

Juara dunia delapan kali Marc Marquez bakal memperkuat tim pabrikan Ducati, Ducati Lenovo, bersama Francesco Bagnaia untuk MotoGP musim 2025 dan 2026.


Bursa Transfer MotoGP: Mulai Musim Depan, Marc Marquez Jadi Rekan Francesco Bagnaia di Ducati Lenovo

15 hari lalu

Marc Marquez ke Ducati Lenovo untuk musim MotoGP 2025. (Foto: Dok. Marc Marquez)
Bursa Transfer MotoGP: Mulai Musim Depan, Marc Marquez Jadi Rekan Francesco Bagnaia di Ducati Lenovo

Marc Marquez bakal memperkuat tim pabrikan Ducati, Ducati Lenovo, bersama Francesco Bagnaia untuk MotoGP 2024.