Minggu, 27 Mei 2018

Tips Mengatasi Mesin Sepeda Motor Mogok Saat Melibas Genangan Air

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor mogok saat melintasi banjir setinggi 60 cm Jalan Ahmad Yani, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (22/4). TEMPO/Dasril Roszandi

    Pengendara motor mogok saat melintasi banjir setinggi 60 cm Jalan Ahmad Yani, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (22/4). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Motor mogok saat melintasi genangan air usai hujan lebat menjadi salah satu kekhawatiran penggendara. Pengendara sepeda motor sering menerabas jalanan yang tergenang air cukup dalam. Akibatnya, air masuk ke knalpot dan membuat mesin sepeda motor mati di tengah jalan. Nah, apa yang harus dilakukan pengendara jika mengalami hal seperti ini?

    "Tapi tidak perlu panik, cek saja olinya dan biarkan air keluar dari knalpot," kata Baim, mekanik bengkel RI Matic kepada Tempo, yang berlokasi di Jalan Pondok Kopi Raya Blok F4 No 5, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Jumat 29 September 2017.

    Baca: Simak Untung Rugi Bore Up Mesin Motor Matic

    Menurut Baim, jika oli mesin tidak tercampur air, itu artinya kondisi mesin aman-aman saja dan siap dinyalakan kembali. Namun jika oli di mesin tercampur air (warna oli berubah seperti susu), sebaiknya segera dibawa ke bengkel.

    "Kalau dipaksa dinyalakan, mesin bisa macet total dan risiko piston tergores sangat besar," ujarnya.

    Jika jeroan mesin rusak, kata dia, biaya perbaikannya tentu mahal. Ia menyebut bisa mencapai Rp 1,3-1,5 juta karena harus mengganti piston yang tergores dan sebagainya.

    Baca: Ingin Performa Motor Matic Galak, Ini Budget yang Dikeluarkan

    Padahal biaya servis mesin motor yang mogok kemasukan air genangan dengan catatan piston tidak rusak karena mesin macet, tak lebih dari Rp 100 ribuan. Itu sudah termasuk ganti oli baru.

    "Jadi jangan memaksakan diri menerobos genangan air yang terlalu dalam hingga merendam knalpot dan tetap waspada berkendara saat hujan," kata Baim.

    GRANDY AJI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.