Hyundai Siapkan Mobil Fuel Cell Baru di Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai FE Fuel Cell yang diperkenalkan pada Agustus 2017. (auto.ndtv)

    Hyundai FE Fuel Cell yang diperkenalkan pada Agustus 2017. (auto.ndtv)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hyundai fuel cell crossover terlihat sedang diuji coba di jalan raya sebelum memperkenalkan versi produksinya pada awal 2018. Mobil ini terlihat lebih besar dibanding model konsep Hyundai FE Fuel Cell yang menjalani debut pada Agustus lalu.

    Model baru ini akan menggantikan Hyundai Tucson fuel cell di Amerika Serikat. Dikutip dari Auotomotive News, Senin, 27 November 2017, Hyundai FCEV ini seluruhnya tampil baru dan diperkirakan mampu melaju sejauh 499 hingga 579 kilometer sekali isi bahan bakar. Soal dapur pacu, Hyundai masih menutup rapat informasi ini. Meski demikian, mesin fuel cell ini diperkirakan mampu menghasilkan 160HP.

    Baca: Hyundai Tawarkan Bunga 0 Persen

    Rencananya, versi produksi mobil ini akan diperkenalkan secara resmi di ajang CES Technology Expo di Las Vegas pada awal 2018, dan akan dipasarkan pada akhir tahun 2018.

    Mobil hydrogen crossover ini akan menjadi satu dari rencana delapan model Hyundai crossover yang akan mengalami penyegaran untuk pasar Amerika Serikat. Hingga 2020 mendatang, Hyundai diperkirakan akan melakukan penyegaran pada model subkompak crossover Kona dan mobil listrik Kona. Pabrikan asal Korea Selatan ini juga berencana mengganti Hyundai Santa Fe dengan model baru.

    Simak: Promo Akhir Tahun, Hyundai Beri Kredit Bunga 0 Persen 5 Mobil Ini

    Mobil fuel cell saat ini sedang populer, sama seperti popularitas mobil listrik. Toyota menjadi pioneer mobil FCEV dengan Mirai dan Honda dengan Clarity. Kedua mobil dengan emisi nol itu sudah dipasarkan sejak 2015 lalu di Amerika Utara, Jepang, dan Eropa.

    AUTOMOTIVE NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.