Aston Martin Cetak Rekor Penjualan Tertinggi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model mobil hypercar Aston Martin dan Red Bulli AM-RB 001, yeng diperkenalkan jelang Canadian International Autoshow 2017 di di Toronto, Ontario, Kanada, 15 Februari 2017. Aston Martin AM-RB 001 akan menggunakan MonoCell serat karbon yang dikembangkan oleh Multimatic Engineering. REUTERS/Peter Power

    Model mobil hypercar Aston Martin dan Red Bulli AM-RB 001, yeng diperkenalkan jelang Canadian International Autoshow 2017 di di Toronto, Ontario, Kanada, 15 Februari 2017. Aston Martin AM-RB 001 akan menggunakan MonoCell serat karbon yang dikembangkan oleh Multimatic Engineering. REUTERS/Peter Power

    TEMPO.CO, London - Produsen mobil mewah asal Britania Raya, Aston Martin, mencatat penjualan sebanyak 5.117 unit sepanjang tahun lalu. Angka ini naik 58 persen dan menjadikan penjualan tersebut menjadi yang tertinggi dalam sembilan tahun terakhir.

    Angka tersebut juga membuat perusahaan menjalankan rencana turn around, yang dapat mendorong flotasi pasar saham Aston Martin.

    Baca: Aston Martin Menarik 5.500 Unit Mobil di Amerika Serikat, Ini Sebabnya

    Pada Jumat, 5 Januari 2018, pihak Aston Martin mengatakan mereka memiliki target untuk melewati panduan target tahun lalu, mereka menargetkan pendapatan lebih dari 840 juta poundsterling atau sekitar Rp 15 triliun.

    Simak: Aston Martin Vantage Sedan Sport Bermesin 4 Liter Turbo

    "Kami terus tampil di atas harapan, baik dari sisi kinerja keuangan maupun dalam memenuhi target kami untuk DB11 dan kendaraan khusus," kata Chief Executive Aston Martin, Andy Palmer, dikutip dari Reuters pada Jumat 5 Januari 2018.

    Bulan lalu, Reuters mengabarkan bahwa pemilik produsen mobil tersebut telah mempekerjakan Lazard untuk mempersiapkan daftar pasar saham dan data penjualan dari Aston Martin.

    REUTERS | NAUFAL SHAFLY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.