Jokowi Siap Touring Naik Chopper, Surat-surat Motor Lengkap

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan kru dengan Elders Garage dan Kick Ass Chopper saat menerima motor custom di Istana Bogor, 20 Januari 2018. Jokowi pertama kali melihat motor tersebut saat perayaan Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober 2017 silam. Foto: Rusman/Biro Pers Setpres

    Presiden Jokowi berbincang dengan kru dengan Elders Garage dan Kick Ass Chopper saat menerima motor custom di Istana Bogor, 20 Januari 2018. Jokowi pertama kali melihat motor tersebut saat perayaan Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober 2017 silam. Foto: Rusman/Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Palembang - Presiden Joko Widodo mengungkapkan sepeda motor custom Royal Enfield Bullet 350 CC bergaya chopper, yang dibeli beberapa waktu lalu, sudah siap digunakan.

    "Sudah dicoba," kata Jokowi usai membuka Kongres XXX dan Majelis Permusyawaratan Anggota XXIX Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia di Jakabaring Sport City Palembang, Senin, 22 Januari 2018.

    Ia menyebutkan ada kemungkinan sepeda motor itu dipakai untuk mencoba ruas jalan baru di Papua atau Kalimantan.

    Baca: Motor Chopper Berwarna Emas Ini Dibeli Jokowi

    "Ya, nanti misalnya kalau ada ruas jalan di Papua atau mungkin di Kalimantan, mau saya coba touring di situ," ujarnya.

    Presiden menyebutkan sepeda motor itu sudah memenuhi syarat untuk dipergunakan, seperti ada pelat nomor dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

    Presiden Joko Widodo dengan sepeda motor custom di Istana Bogor, 20 Januari 2018. Jokowi memutuskan membeli sepeda motor custom bergaya chopperland buatan bengkel Elders Garage, yang berkolaborasi dengan Kick Ass Chopper. Foto: Rusman/Biro Pers Setpres

    "Pelat nomornya kan sudah ada, itu sudah komplet, pelatnya ada, STNK-nya ada, sudah ada semua," katanya.

    Sebelumnya, Presiden menerima sepeda motor custom Royal Enfield Bullet 350 cc, yang dimodifikasi menjadi bergaya chopperland oleh bengkel modifikasi Elders Garage dan Kick Ass Chopper dalam mendukung inovasi dan kreativitas pemuda dan industri di Indonesia.

    Baca: Jokowi Kesengsem Chopper Buatan Elders Garage Sejak Tahun Lalu

    "Saya membeli produk karya anak-anak bangsa untuk meningkatkan brand value. Bukan kali ini saja saya dorong produk lokal, seperti Sejiwa Kopi di Bandung, toko Kopi Tuku di Jakarta, dan Aming Coffee di Pontianak," ucap Jokowi dalam siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

    Sepeda motor custom bergaya chopper warna emas ini pernah tampil di 26th Yokohama Hot Rod Custom Show pada 3 Desember 2017 di Pacifico, Yokohama Jepang. Dok. Elders Garage

    Jokowi menekankan pentingnya mendukung produk lokal agar brand value-nya lebih baik. Setelah melihat hasil karya anak negeri yang berkelir emas itu, Presiden menilai usaha tersebut memiliki peluang ekspor yang baik ke sejumlah negara Asia Tenggara.

    "Saya melihat potensi pasar yang dimiliki tidak hanya di dalam negeri, tapi juga dapat diekspor, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina," tuturnya.

    Simak: Beli Chopper, Jokowi Ajak Bikers Touring ke Kalimantan atau Papua

    Sepeda motor itu tiba di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 20 Januari 208, sekitar pukul 09.50. Kedatangan sepeda motor tersebut diterima langsung Jokowi pukul 10.20. "Bagus dan rapi ini motornya," kata Presiden saat melihat motor tersebut.

    Jokowi pertama kali melihat motor tersebut saat perayaan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2017. Saat itu, Presiden sempat mencoba duduk di motor tersebut hingga akhirnya jatuh hati dan langsung memesan motor itu.

    "Semula harganya Rp 150 juta, saya tawar jadinya Rp 140 juta," kata Jokowi, yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta.

    Simak video kesibukan di Elders Garage dalam menyiapkan chopper Jokowi:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.