Ini Batasan Penggunaan Ban Lebar pada Sepeda Motor

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang montir mengganti ban sepeda motor di sebuah bengkel di kawasan jalan Patimura, Malang, Jawa Timur, 13 Juli 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Seorang montir mengganti ban sepeda motor di sebuah bengkel di kawasan jalan Patimura, Malang, Jawa Timur, 13 Juli 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan ban lebar pada sepeda motor dewasa ini sedang menjadi tren. Lantas, bagaimana jika pengendara ingin mengganti ban standar dengan ban lebar? Supervisor Training Proban Motorparts Tommy Bramantya menjelaskan, penggantian ban sepeda motor normalnya harus disesuaikan dengan ukuran velg.

    Menurutnya, velg ukuran standar tidak bisa dipasangkan dengan ban ukuran lebar. “Biasanya, pabrikan merekomendasikan pemakaian lebar ban yang ideal adalah dua sampai tiga kali lebih lebar dari lebar velg,” ujarnya saat ditemui Tempo di PT Proban Ostburg Trisakti pada Rabu, 10 Januari 2018.

    Baca: Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Ban Lebar Sepeda Motor

    Selain itu, ia mengingatkan agar memperhatikan jarak antara ban dan shock breaker jika ingin mengganti ban standar dengan ban lebar. Sebab, makin lebar ban, maka akan membutuhkan ruang yang cukup luas.

    “Contoh, untuk ban depan kan ada shock breaker di samping kiri dan kanannya, nah, itu maksimalnya bisa masuk ukuran berapa, itu harus dipertimbangkan,” kata Tommy.

    Baca: Inilah Suku Cadang yang Paling Laris di Pasar Klitikan Yogya

    Tommy mengatakan penambahan lebar ban sebaiknya hanya dinaikkan satu tingkat agar masih dalam batas aman. Dia mencontohkan, jika ukuran asli ban 90/90, idealnya diganti dengan ukuran 100/90 atau 100/80 agar masih termasuk batas aman. Jika lebih dari itu, perhatikan ukuran velg sepeda motor dan ruas ban dengan shock breaker.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.