Mazda Ingin Bangun Pabrik Perakitan di Indonesia, Ini Syaratnya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran mobil All New Mazda CX-9 di Jakarta, Kamis 1 Februari 2018. Mazda CX-9 adalah jawaban Mazda untuk kelas SUV bongsor yang mampu menampung tujuh penumpang. TEMPO/Subekti.

    Peluncuran mobil All New Mazda CX-9 di Jakarta, Kamis 1 Februari 2018. Mazda CX-9 adalah jawaban Mazda untuk kelas SUV bongsor yang mampu menampung tujuh penumpang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Distributor Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), mengungkapkan bahwa Mazda berniat membangun pusat perakitan mobil di Indonesia kalau penjualan kendaraannya mencapai 15 ribu unit dalam satu tahun.

    "Mereka punya rencana jika nanti mencapai penjualan setahun 15 ribu unit, mereka mungkin mulai memikirkan untuk membangun perakitan di sini," kata Presiden Direktur EMI, Roy Arman Arfandy, seusai peluncuran Mazda CX-9 di Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018.

    "Jadi, kalau jual 15 ribuan unit, akan buat perakitan. Kalau jualannya lebih bagus, makin cepat," katanya.

    Baca: Mazda CX-5 Anniversary Cuma 50 Unit, Ini Kelebihannya

    Namun mencapai angka penjualan 15ribu unit bukan hal mudah bagi Mazda, yang membukukan penjualan ritel 3.834 unit sejak Mei hingga akhir bulan Desember 2017, lebih rendah dari target 5.000 unit, setelah alih distributor merek Mazda ke EMI pada 1 Februari 2017.

    Untuk itu, Roy mengatakan, setidaknya butuh 10 tahun untuk menembus angka penjualan itu kemudian merencanakan pembangunan pabrik perakitan di Indonesia.

    Selain kuantitas penjualan, kata Roy, hal lain yang jadi pertimbangan dalam membangun pabrik perakitan adalah kebijakan kendaraan ramah lingkungan yang sedang dirancang pemerintah Indonesia.

    Simak: Punya Fitur Mewah, All New Mazda CX-9 Ditargetkan 700 Unit

    "Kami masih mempertimbangkan dan menunggu kebijakan pemerintah. Lagi ada banyak kebijakan untuk memperkuat mobil bersih. Kami menunggu itu," katanya.

    Ia melanjutkan, "Kami tak buru-buru buat perakitan, takutnya ada perubahan kebijakan, nantinya kami juga harus menyesuaikan."

    Ia juga menekankan bahwa pabrik perakitan yang mungkin dibangun di Indonesia bukanlah untuk model kendaraan ramah lingkungan, melainkan kendaraan bermesin konvensional.

    "Yang hybrid tidak akan jadi basis produksi, tapi yang konvesional bisa jadi," katanya.

    Roy Arman juga mengungkapkan bahwa ASEAN, termasuk Indonesia, Thailand dan Malaysia, menjadi fokus Mazda untuk terus mengembangkan pasar.

    "ASEAN adalah salah satu fokus dari Mazda untuk grow di ASEAN, saya lihat mereka fokus karena ASEAN negara-negaranya besar, penduduknya banyak," kata Roy Arman kemudian menambahkan EMI menargetkan penjualan 6.000 unit Mazda di Indonesia tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.