Menjajal Fitur Anti Mundur Honda BR-V di Tanjakan Kamojang

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda BR-V di Jembatan Kamojang, Garut, Jawa Barat. 13 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Honda BR-V di Jembatan Kamojang, Garut, Jawa Barat. 13 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Garut - Pada Selasa hingga Rabu, 13-14 Februari 2018, Tempo dan beberapa jurnalis lainnya berkesempatan menjajal hill-start assist (HSA) pada Honda BR-V di kawasan Kamojang, Garut, Jawa Barat.

    Kami mengendarai tujuh unit BR-V melintasi tanjakan Monteng sepanjang 1,7 kilometer dengan kemiringan 60 derajat dan jalur berliku plus beberapa tikungan tajam. Saat melintasi tanjakan Monteng, kami sempat memasang rambu lalu lintas yang dapat membantu pengguna jalan saat melewati jalur ini.

    "Kami memilih jalur ini karena pas untuk membuktikan kemampuan Honda BR-V," kata Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy.

    Fitur hill-start assist atau anti-mundur ini memungkinkan pengemudi mengontrol mobil dengan tenang saat melaju di tanjakan terjal.

    Jika harus berhenti di tengah tanjakan, peranti yang terintegrasi dengan sistem transmisi ini akan menahan mobil selama beberapa saat, meski si pengemudi tidak menginjak rem ataupun gas. Dalam rentang waktu tertentu, sistem HAS akan diaktifkan komputer.

    Baca: Test Drive Honda BR-V Jakarta-Garut Konsumsi BBM Capai 14,6 Kpl

    Awalnya, HSA hanya bisa dijumpai pada sport utility vehicle (SUV) serta sedan kelas menengah-atas. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa produsen menjadikan HSA fitur standar untuk mobil kelas menengah-bawah. Minibus sekelas Mitsubishi Xpander dan Honda Mobilio serta SUV All New Toyota Rush, All New Daihatsu Terios, dan Honda BR-V sudah memiliki fitur ini.

    Honda BR-V di Kawah Manuk, Taman Wisata Kamojang, Garut, Jawa Barat, 13 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Selain memiliki HSA, Jonfis mengklaim, Honda BR-V dilengkapi berbagai fitur modern yang memungkinkan kendaraan ini melaju dengan efisien. Saat menempuh rute Jakarta-Bandung-Kamojang sejauh 202 kilometer, kami menghabiskan bahan bakar dengan rasio 13,2 kilometer per liter.

    Bahkan ada jurnalis lain yang mampu mengendarai BR-V dengan rasio konsumsi bahan bakar 14,6 kilometer per liter. Padahal kami mengemudi dengan cara normal, kadang mengebut hingga 120 kilometer per jam plus penyejuk udara yang menyala.

    Baca: Honda BR-V Akan Mendapat Facelift Tahun ini

    Assistant Manager Public Relations of Honda Prospect, Yulian Karfili, mengatakan Honda BR-V dibekali mesin i-VTEC 1,5 liter dengan tenaga 120 PS dan torsi 145 Nm pada 4.600 rpm. Tenaga ini disalurkan ke roda penggerak depan dengan transmisi CVT berteknologi Earth Dreams Technology atau manual 6 percepatan.

    Karfili mengklaim, tenaga yang dihasilkan mesin BR-V merupakan yang tertinggi di kelasnya. Sebagai gambaran, All New Toyota Rush dan All New Daihatsu Terios yang baru dirilis pada Januari lalu dibekali mesin 1,5 liter dengan tenaga 104 PS. Mesin 1,5 liter Mitsubishi Xpander juga memiliki tenaga 104 PS.

    Tenaga berlimpah itulah yang rasanya membuat Honda BR-V sedikit lebih enteng saat digunakan untuk berakselerasi, terutama di tanjakan. Lewat speedometer, pengemudi dapat mengetahui seberapa hemat berkendara dengan fitur Eco Drive. Nah, fitur inilah yang rupanya membantu peserta test drive Honda BR-V kali ini bisa menghemat bahan bakar.

    Baca: Honda Recall Brio, Jazz, HR-V dan BR-V Terkait Masalah Rem

    Honda BR-V merupakan crossover 7-seater yang bersaing dengan Toyota Rush, Daihatsu Terios, dan Mitsubishi Xpander. Sepanjang 2017, model ini terjual sebanyak 21.932 unit atau rata-rata per bulan mencapai 1.827 unit.

    Toyota Rush menempel ketat dalam penjualan dengan angka 20.039 unit. Sedangkan Daihatsu Terios terjual sebanyak 11.338 unit. Pendatang baru Mitsubishi Xpander, yang merupakan MPV 7-seater rasa SUV, mencatatkan angka penjualan sebanyak 13.070 unit hanya dalam empat bulan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.