Penjualan Mobil Listrik Tesla di Cina Naik 90 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla Model 3 diperlihatkan pertama kali di depan sebuah pabrik jelang diserahkan kepada pembeli pertamanya di California, AS, 28 Juli 2017. Mobil terbaru dari Tesla ini, Model 3 telah diserahterimakan kepada 30 pembeli pertamanya. REUTERS

    Tesla Model 3 diperlihatkan pertama kali di depan sebuah pabrik jelang diserahkan kepada pembeli pertamanya di California, AS, 28 Juli 2017. Mobil terbaru dari Tesla ini, Model 3 telah diserahterimakan kepada 30 pembeli pertamanya. REUTERS

    TEMPO.CO, Tianjin - Pembuat mobil listrik Tesla dari Amerika Serikat mengumumkan pertumbuhan pendapatan tercepat di Cina pada tahun 2017. Pendapatan perusahaan dari pasar Cina mencapai US$ 2 miliar pada tahun 2017, naik lebih dari 90 persen year on year, menurut cabang Tesla di Cina. 

    Baca: 2 Truk Listrik Elon Musk, Tesla Semi, Mulai Beroperasi

    Perusahaan telah menginstal lebih dari 1.000 supercharger di Cina, yang memungkinkan kendaraan mengisi baterai secara cepat dalam satu jam. Tesla juga juga membangun tiga stasiun pengisian ulang baterai terbesar di dunia di Cina. Tesla menyampaikan versi modifikasi dari Model S dan kendaraan Model X ke pasar Cina tahun lalu untuk memenuhi standar pengisi daya yang ditetapkan Negeri Tirai Bambu itu.

    Tesla merupakan pabrikan mobil bertenaga listrik yang saat ini terus melakukan penetrasi pasar. Selain mobil penumpang, Tesla juga diketahui membangun mobil komersial. Baru-baru ini Tesla meluncurkan truk listrik. Namanya Tesla Semi.

    Simak: Inikah Mobil Listrik Tercepat di Dunia?

    Tesla Semi disebut mampu menempuh jarak 500 mil dengan satu kali pengisian saat melaju dengan kecepatan tinggi dengan berat maksimum, 80.000 pound (36 ton). Truk diesel, di sisi lain, bisa melaju sejauh 1.000 mil dengan tangki bahan bakar penuh. Truk ini bisa mencapai 60 mil per jam dalam lima detik tanpa muatan, dan 20 detik saat menarik muatan penuh.

    CHINA DAILY | WP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.