Rabu, 21 November 2018

Turing Naik Morris Mini Tua, Ini yang Perlu Dipersiapkan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Morris Mini anggota Jakarta Morris Club saat merayakan peringatan 25 tahun komunitas itu di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, 16 September 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Mobil Morris Mini anggota Jakarta Morris Club saat merayakan peringatan 25 tahun komunitas itu di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, 16 September 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta Morris Club atau JMC merupakan wadah komunitas pecinta mobil Morris dan Austin di Jakarta dan sekitarnya. Rata-rata mobil yang dimiliki anggotanya merupakan produksi tahun 1960 yang tergolong sangat tua. Lalu bagaimana mensiasatinya saat touring jarak jauh?

    Ketua JMC, Uut Ananta mengatakan dalam setahun komunitas ini biasanya tiga kali turing. Pertama itu turing pendek misalnya keliling Bogor atau Jakarta, lalu turing menengah sampai Bandung, dan turing panjang sampai ke Yogyakarta.

    Ia melanjutkan, dalam mensiasati kegiatan turing perawatannya mudah, yang penting air radiator harus dicek, kemudian olinya juga. Kalau dua itu sudah diperiksa, mobil aman untuk diajak turing.

    Baca: Morris Mini Diubah Jadi Pikap, Ini Biayanya

    “Beda lagi kalau turing jarak jauh, mobil harus masuk bengkel dan dicek secara keseluruhan mulai dari kaki-kaki hingga kelistrikan mobil,” ujarnya di sela acara 25 tahun JMC di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu, 16 September 2018.

    Menurut Uut perawatan Morris Mini sekarang tidak ribet karena sudah ada beberapa bengkel khusus yang menangani. “Bengkel khusus artinya memang menangani mobil-mobil semacam yang ada di JMC dan tersebar di Jatiwaringin, Pantai Indah Kapuk, dan Pondok Cabe,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa dalam kegiatannya juga sering melakukan semacam training edukatif ketika kumpul, jadi kalau kumpul bukan sekedar main-main saja.

    Soal spare part, masih ada dan masih produksi jadi tidak perlu khawatir. Menurut dia, aksesoris baik pintu, kunci pintu, handle pintu, spion, hingga wipper masih tersedia.  "adi kalau kita mau bangun seperti aslinya itu masih bisa,” ujarnya.

    Baca: Morris Mini Van Jadul Ini Ditawar Seharga Toyota C-HR

    Ia punya alasan kenapa suka dengan mobil Mini, di antaranya karena mobilnya kecil, lucu, dan sudah pasti dilihat orang karena mobil yang penuh warna.

    Membangun Morris Mini Van semata-mata bukan untuk diperdagangkan, menurut dia keberadaannyaa terbatas. "Jadi, kalau dijual akan sulit untuk mendapatkannya lagi, dan harganya pasti melambung tinggi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.