Daihatsu Xenia Diklaim Bukan Lawan Mitsubishi Xpander, Alasannya?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Astra Daihatsu Motor meluncurkan Grand New Xenia di Astra Daihatsu BIZ Centre BSD, Tangerang, Selasa 15 Januari 2019. Tempo/ Muhammad Kurnianto.

    PT Astra Daihatsu Motor meluncurkan Grand New Xenia di Astra Daihatsu BIZ Centre BSD, Tangerang, Selasa 15 Januari 2019. Tempo/ Muhammad Kurnianto.

    TEMPO.CO, Sibolga - Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra mengatakan bahwa market Grand New Daihatsu Xenia berbeda dengan Mitsubishi Xpander. "Dari awal saya konsisten Grand New Daihatsu Xenia bukan lawan Mitsubishi Xpander dan tidak ada impact dengan Xpander," katanya di Sibolga, Sumatera Utara pada Senin, 11 Februari 2019.

    Ia melanjutkan, perusahaan hanya mau menyediakan pilihan untuk konsumen Daihatsu Xenia lama. "Kalau pemiliknya mau naik, ini ada pilihan mesin 1.5 dan bukan untuk head to head dengan Mitsubishi Xpander," ujarnya.

    Baca: Januari 2019 Xenia Laku 2.299 Unit, Avanza 5.400 unit

    Menurut Amelia, dari total target penjualan Daihatsu Xenia 3.000 unit per bulan, Grand New Daihatsu Xenia 1.5 hanya 300 unit. Sedangkan pasar Mitsubishi Xpander bisa mencapai 5.000-6.000 unit.  

    Jadi, lanjut dia, target konsumen Grand New Daihatsu Xenia adalah step-upnya Daihatsu Xenia 1.3 yang ingin naik kelas ke 1.5. "Nanti kita lihat benar atau tidak nih prediksinya. Ini juga berdasarkan permintaan konsumen, mereka bingung mau ganti mobil apa tapi masih suka sama Xenia, jadi kami hadirkan Xenia 1.5," katanya.

    Baca: Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia Merajai Penjualan Mobil Bekas

    Ia pun mengaku senang jika pada akhirnya Xenia 1.5 bisa mencapai penjualan lebih tinggi dari target yang dicanangkan. Saat ditanyakan bagaimana dengan Xenia 1.3, apakah akan bernasib seperti Xenia 1.0 yang stop produksi? "Untuk Daihatsu Xenia 1.3 tentunya tidak, kalau yang 1.0 kan memang ditempati oleh Daihatsu Sigra supaya tidak terjadi tumpang tindih. Itu merupakan bagian dari strategi produk," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.