Giliran Foto Bagian Belakang DFSK Glory 560 Bocor!

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan belakang mobil yang diduga DFSK Glory 560. (Istimewa)

    Tampilan belakang mobil yang diduga DFSK Glory 560. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wujud bagian belakang kendaraan sport utility vehicle (SUV) terbaru dari jenama otomotif Cina Dongfeng Sokon (DFSK), terlihat di tempat parkir di Jakarta.

    DFSK memang tengah menyiapkan produk terbaru yang akan dinamai DFSK Glory 560, sebagai "adik" dari produk pertama mereka Glory 580 yang telah mengaspal sejak 2018.

    Kendati belum diluncurkan, namun tampilan SUV itu sudah terlanjur bocor. Dalam foto yang dikirimkan kepada Antara dari sumber terpercaya yang tak mau disebut namanya itu, terlihat bagian belakang sebuah mobil berkelir putih dengan garis-garis body berotot yang menonjolkan kesan maskulin dan sporty.

    Baca: DFSK Glory 560 Rilis Maret, Terjual 5.000 Unit per Bulan di Cina

    Gaya khas sebuah SUV terlihat kental saat melihat perpaduan warna hitam dan putih pada bagian bumper, ditambah ornamen spoiler dan roof rail atap yang terlihat jelas dari belakang.

    Terdapat aksen krom yang menghubungkan lampu belakang sisi kanan dan kiri yang seolah ingin menunjukkan nuansa elegan. Emblem bertuliskan "Glory 560" dan "1.5 Turbo" juga sudah disematkan di bagian bawah lampu belakang.

    Baca: Foto Interior DFSK Glory 560 Bocor, LCD Tak Sebesar Wuling Almaz

    Sebelumnya, tampilan panel indikator SUV DFSK terbaru juga tersebar di media sosial Instagram, menampilkan sejumlah teknologi antara lain ABS, EBD, ESC, electronic parking brake, 2 airbag depan, seat belt reminder, dan tyre pressure monitoring system.

    Model itu menurut rencana akan meluncur pada semester pertama 2019, sedangkan pihak DFSK belum memberikan komentar mengenai bocornya foto Glory 560 tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.