Konsep Moge Aprilia RS 660 Mulai Diproduksi Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor konsep Aprilia RS660. Sumber: moto-station.com

    Motor konsep Aprilia RS660. Sumber: moto-station.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen motor asal Italia, Aprilia, akan segera memproduksi RS 660. Motor melakoni debut perdananya pada EICMA 2018 dalam bentuk konsep. Diklaim banyak yang berminat membelinya, Aprilia tahun depan akan memproduksinya.

    Baca: Skuter Matik Ini Lebih Sporty dan Mewah dari Honda Forza dan Xmax

    Dikatakan juru bicara Piaggio seperti yang dikutip dari Moto - Station, Kamis 4 April 2019, tidak ada alasan untuk tidak memproduksi Aprilia RS 660 secepat mungkin. Nantinya setelah diproduksi, motor akan mejeng di EICMA mendatang.

    "Kami melanjutkan pengembangan RS 660, mengikuti alurnya, dan tidak ada alasan yang dapat mencegahnya hadir pada 2020. Pada pameran EICMA mendatang di Milan, itu akan disajikan dalam versi final," ujarnya.

    Aprilia RS 660 nantinya bakal meramaikan pasar motor di segmen sportbike di kelas 600 cc, di mana motor dengan kapasitas mesin 600 cc cukup diminati karena performanya yang kencang dan bobot yang tidak terlalu berat.

    Untuk mesin, diprediksi Aprilia RS 660 akan disokong tenaga di atas 100 hp. Prediksi tersebut dirasa pas, karena tenaga tersebut merupakan batas standar sebuah motorsport.

    Baca: Aprilia Siap Luncurkan Sport RS 150 Pakai Basis Motor Cina?

    Mengingat bahwa Aprilia mengharapkan ini menjadi 'model motor pertama dengan platform baru,' kemungkinan besar Aprilia juga sudah memikirkan versi naked-nya.

    Sedangkan untuk harga, dikatakan Aprilia RS 660 akan dipasarkan dengan banderol kisaran harga standar moge 600 cc, mungkin harganya ada di antara sportbike Honda 650 atau Yamaha R6.

    MOTO STATION


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.