Simak 5 Cara Berkendara di Bulan Ramadan ala Astra Honda Motor

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengarahkan warga yang mempratekkan cara berkendara yang baik dan benar saat

    Polisi mengarahkan warga yang mempratekkan cara berkendara yang baik dan benar saat "Millenial Road Safety Festival" atau Festival Keamanan Berkendaraan, di Kudus, Jawa Tengah, Ahad, 10 Februari 2019. Sebagian besar kecelakaan dialami oleh kalangan milenial. ANTARA/Yusuf Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkendara saat bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri karena harus menjaga lapar dan dahaga. Selain iu, kesabaran menjadi salah satu hal utama yang perlu dijaga saat bulan puasa.

    Baca Juga: Mudik 2019, Ini Batasan Lama Berkendara agar Konsentrasi Terjaga

    Agar tetap dapat berkendara dengan aman dan nyaman serta tetap menjalankan puasa dengan baik, berikut ini 5 saran #cari_aman saat puasa dari tim safety riding PT Astra Honda Motor (AHM) dalam berkendara naik sepeda motor selama bulan Ramadan.

    1. Persiapan Perjalanan (Smart Riding). Persiapan sebelum berkendara di bulan puasa dilakukan sejak sahur dengan memilih asupan bernutrisi tinggi seperti sayur mayur dan buah-buahan. “Selain itu para bikers juga disarankan perbanyak minum air putih saat sahur agar dapat mencegah terjadinya dehidrasi tubuh saat berkendara di terik panas matahari “ujar Johanes Lucky selaku Instuktur Safety Riding AHM. Hal mendasar dalam menjaga keselamatan saat berkendara, para bikers juga menggunakan jaket, helm dan sarung tangan serta membawa kelengkapan surat berkendara.

    2. Kenali Rute Perjalanan. Agar perjalanan lebih efisien, para bikers dapat menggunakan aplikasi Peta Digital (GPS) untuk melihat situasi perjalanan dan memilih jalur alternatif yang tepat dan aman. ”Untuk daerah yang belum pernah didatangi, sebaiknya para pengendara pelajari situasi jalanan agar tidak membuang waktu karena tersesat di jalan dan terlalu lama berkendara.”

    3. Beristirahat yang cukup. Saat berkendara di bulan puasa, bikers juga harus tetap waspada dengan rasa ngantuk. Untuk para bikers yang melakukan perjalanan jarak pendek, sempatkan beristirahat selama 10 menit. “Lakukan istirahat setelah 1 sampai 2 jam berkendara, namun apa bila ngantuk nyerang atau konsentrasi sudah menurun segera beristirahat”.

    Baca Juga: Belum Sebulan, Ratusan Pemotor Ditilang Merokok Saat Berkendara

    4. Berfikir Positif. Menjaga perilaku berkendara saat di jalan raya mungkin mudah dalam kondisi lalu lintas normal. Tapi dalam kondisi lalbu lintas yang padat atau macet saat puasa bisa mempengaruhi emosi bikers, apalagi menjelang buka puasa. “Salah satu cara mencegah emosi adalah dengan selalu berfikir positif terhadap pengendara lainnya.”

    5. Menjaga Toleransi. Melihat prilaku bikers yang kurang tepat dalam berkendara juga dapat memancing emosi, seperti menyerobot jalanan, berkendara melawan arus maupun menggunakan trotoar. Pada kondisi seperti ini, bikers harus mengedepankan toleransi dan rasa sabar agar kepentingan sesama pengguna jalan dapat terpenuhi serta tetap mampu mengendalikan emosi saat berpuasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.