Hematnya Mobil Listrik DFSK E3: Biaya Rp 100 Ribu Tempuh 405 Km

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil DFSK Glory E3 Listrik ikut dipamerkan diGAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat, 19 Juli 2019. Model ini mengusung konsep rendah emisi gas buang karena menggunakan tenaga listrik sebagai penggeraknya. Tempo/Tony Hartawan

    Mobil DFSK Glory E3 Listrik ikut dipamerkan diGAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat, 19 Juli 2019. Model ini mengusung konsep rendah emisi gas buang karena menggunakan tenaga listrik sebagai penggeraknya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sokonindo Automobile atau DFSK memamerkan mobil terbarunya bertenaga listrik di ajang GIIAS 2019. Mobil tersebut diberi nama DFSK E3 dengan tampang sebagai SUV kompak. Hal ini menjadi langkah DFSK dalam persiapan menyongsong kebijakan pemerintah mengatur atau menyiapkan regulasi mobil listrik.

    Ricky Humisar Siahaan, Deputy Product Division Head PT Sokonindo Automobile, mengatakan E3 memiliki kelebihan dibandingkan mobil konvensional saat ini. Salah satunya, penghematan biaya dibandingkan mobil bermesin bensin. Ia mengungkapkan DFSK E3 ini sangat hemat karena mengandalkan motor listrik tanpa mesin bensin seperti halnya mobil hybrid dan PHEV.

    Motor listriknya berkekuatan 52,56 Kwh yang mampu menghasilkan tenaga 120 kW dengan torsi 300 Nm. Mesin ini mempunyai performa cukup handal dengan akselersi 0-50 kilometer per jam hanya 3,9 detik.

    Mobil DFSK Glory E3 Listrik ikut dipamerkan diGAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat, 19 Juli 2019. Glory E3 hanya memerlukan waktu 30 menit dan mampu mencapai 80 persen daya baterai. Tempo/Tony Hartawan

    Dengan baterai terisi penuh maka mobil ini diklaim mampu menjelajah hingga 405 kilometer. Ricky menuturkan untuk mengisi listrik 52,56 Kwh di pasaran saat ini dihargai kurang dari Rp 100 ribu. "Kalau beli pulsa listrik Rp 100 ribu bisa dapat 66 Kwh maka mobil ini bisa menempuh perjalanan Jakarta-Semarang. Kalau dibandingkan dengan mobil murah sekalipun seperti LCGC tidak mungkin mencapai harga semurah mobil listrik," ujarnya, Selasa 23 Juli 2019.

    Ia menambahkan harga tersebut dihitung dengan harga normal pulsa listrik saat ini. Ricky membayangkan jika pemerintah memberikan insentif pembelian listrik di SPLU tentunya bisa lebih murah. "Kalau ada kebijakan pemerintah dengan subsidi tentu bisa lebih murah," ucapnya.

    Untuk pengisian listrik, mobil ini memiliki dua port charging yaitu normal charging dan fast charging. Pada mode normal, pengisian baterai membutuhkan waktu hingga 8 jam. Adapun pengisian melalui fast charging yang bisa dilakukan di SPLU cukup 30 menit untuk pengisian dari 20 persen hingga 80 persen.

    DFSK E3 juga dipersenjatai dengan fitur kekinian. Seperti layar infotaiment yang lebar seluas 10 inci, koneksi Lin OS 4,0, perintah suara yang lebih sensitif dan knop perpindahan gear yang lebih smooth. Mobil ini juga memiliki 6 airbag sebagai sistem keamanannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.