Tips Merawat Radiator Mobil Agar Berumur Panjang

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Radiator

    Radiator

    TEMPO.CO, Jakarta - Radiator merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kerja kendaraan bermotor. Secara garis besar, alat ini berfungsi menyerap panas mesin. Melihat itu, maka penting untuk merawat radiator agar dapat bekerja secara optimal.

    "Perawatan radiator itu lebih bagusnya dikuras setiap 20.000 kilometer. Airnya harus diganti walaupun masih berwarna,"kata Kepala Montir Bengkel Kauzai OTO Service, Joko Indrawan kepada Tempo, di Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2019.

    Joko menambahkan bahwa sekalipun air radiator masih berwarna seperti barunya, misalnya hijau, merah, dan biru, setiap kendaraan yang menempuh jarak 20.000 kilometer maka radiator wajib dibersihkan. Hal itu, menurut dia penting untuk menjaga performa radiator tetap optimal. Tetap anti panas dan tidak berkarat.

    Sementara untuk pengisian ulang air radiator, tergantung dengan jarak tempuh kendaraan. Semakin sering radiator bekerja maka kandungan pendingin dalam air radiator (Coolant) juga akan berkurang.

    Untuk cairan radiator sendiri, Joko mengingatkan agar pemilik kendaraan jangan asal sembarangan menggunakan cairan. Ya, tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak orang yang kurang memahami betapa pentingnya Radiator Coolant atau cairan khusus untuk radiator.

    "Jangan pernah pakai air biasa, air AC, dan apalagi air hujan karena itu tidak tahan panas dan mudah berkarat. Coolant itu dibuat khusus agar anti karat dan panas,"ujarnya.

    Adapun masalah lain yang sering dijumpai adalah air radiator yang mendadak keruh. Menurut Joko, hal itu bisa disebabkan oleh banyak faktor. Namun yang paling mudah dideteksi itu muncul karena adanya kebocoran atau kipas radiator yang tidak bekerja optimal.

    "Biasanya sih itu karena star fan atau kipas yang tidak berputar. Ada kebocoran juga bisa saja terjadi," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.