PT Mobil Anak Bangsa Akan Produksi Motor Listrik dan Battery Pack

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Transjakarta bertenaga listrik ditampilkan dalam Pameran Busworld South East Asia ke-8 di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Rabu, 20 Maret 2019. Bus pertama berwarna hijau muda dengan merk BYD, dan yang kedua berwarna biru yang merupakan buatan perusahaan dalam negeri, Mobil Anak Bangsa (MAB). TEMPO/Tony Hartawan

    Bus Transjakarta bertenaga listrik ditampilkan dalam Pameran Busworld South East Asia ke-8 di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Rabu, 20 Maret 2019. Bus pertama berwarna hijau muda dengan merk BYD, dan yang kedua berwarna biru yang merupakan buatan perusahaan dalam negeri, Mobil Anak Bangsa (MAB). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mobil Anak Bangsa (MAB) akan berekspansi pada tahun depan untuk memulai produksi battery pack dan motor listrik. Co-Founder MAB Stephen Sulistyo mengatakan, produksi battery pack dibutuhkan untuk menunjang rencana perusahaan memproduksi sepeda motor listrik. Komponen battery cell masih mengandalkan impor dari Cina.

    “Rencana membuat battery pack sendiri pada tahun depan, karena kami mau bikin sepeda motor listrik perlu banyak baterai, sementara Cina yang bisa bikin cell, packing-nya di kami. Packingnya kecil-kecil untuk sepeda motor,” ujarnya, Senin 16 September 2019.

    Menurutnya, MAB juga berencana mengembangkan produksi battery pack untuk bus listrik. Namun, hal itu baru akan dilakukan apabila tingkat permintaan produk bus terus meningkat dari sisi skala ekonomi.

    Stephen menuturkan, baterai dan motor kendaran listrik menjadi dua komponen utama kendaraan listrik yang diimpor dari luar negeri. Namun demikian, komponen seperti sasis, bodi, dan interior kendaraan sudah dapat diproduksi di dalam negeri.

    “Sampai sekarang ini, per November nanti tingkat komponen dalam negeri (TKD) kami sudah mencapai 40 persen karena beberapa sudah kami buat di sini, yang belum bisa itu baterai dan motornya yang paling utama,” katanya.

    Dia mengatakan, pihaknya juga akan mengembangkan produksi motor listrik secara mandiri untuk mengurangi ketergantungan kepada komponen impor. Jika battery pack dan motor listrik diproduksi di dalam negeri, TKDN bus MAB dapat mencapai 60 persen.

    “Rencana pengembangan, battery pack lalu motor, kami akan buat dalam 2 tahun. Motor listriknya itu kan mesinnya. Targetnya, menjadi 60 persen lebih, sekarang kami juga sudah advance, baru mulai TKDN kami sudah 40 persen,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.