Pikap DFSK Buatan Cikande Diekspor ke Filipina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DFSK Super Cab saat dipamerkan di GIIAS 2019. 18 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    DFSK Super Cab saat dipamerkan di GIIAS 2019. 18 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sokonindo Automobile mengumumkan kerja sama dengan QSJ Motors Philippine untuk pengadaan kendaraan komersial ringan di Filipina. Kerja sama ini sekaligus menandai kegiatan ekspor DFSK Indonesia ke Filipina.

    Disebutkan dalam perjanjian yang berlangsung pada Senin, 16 September 2019, pada Forum Ekonomi dan Perdagangan Filipina negara ASEAN, PT Sokonindo Automobile akan mendatangkan DFSK Super Cab. Pikap ini diproduksi di pabrik DFSK di Cikande, Serang, Banten.

    Kedua perusahaan antar negara ini melakukan kerja sama untuk memperkenalkan, mendistribusikan, dan memasarkan 3.000 unit DFSK Super Cab 1.3 L Turbo Diesel yang didatangkan secara completely built-up (CBU). Kerja sama ini menjadi momentum penting karena akan berdampak panjang bagi kedua belah pihak, dan membuka peluang baru untuk kerja sama yang saling menguntungkan.

    CEO PT Sokonindo Automobile Pang Hai mengatakan bahwa perusahaan mengambil kesempatan dari forum pertemuan ini dengan memperkenalkan kendaraan-kendaraan unggulannya ke pasar Filipina. Melalui perjanjian ini, PT Sokonindo Automobile mengambil langkah strategis untuk memperluas pemasaran di wilayah ASEAN.

    "Perusahaan kami dengan ketulusan hati membangun kerja sama yang lebih luas dan jangka panjang dengan Filipina untuk menciptakan masa depa bersama yang lebih baik,” kata Pang Hai dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Rabu, 18 September 2019.

    Hai melanjutkan bahwa Sokonindo Automobile sebagai jembatan SOKON Group di Asia Tenggara telah menerapkan misi strategis “Berakar di Indonesia, Berekspansi ke Asia Tenggara dan Diekspor ke seluruh dunia". "Misi ekspor PT Sokonindo Automobile ke pasar ASEAN dan dunia adalah bagian rencana awal investasi kami membangun pusat produksi berstandar industri 4.0 di Indonesia," ujarnya. 

    Pada Forum Ekonomi dan Perdagangan Negara ASEAN, Filipina telah menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara. Perkembangan pesat pada sektor kehutanan dan pertanian telah menciptakan permintaan besar untuk kendaraan komersial. 

    Filipina juga mengemukakan kondisi pasar otomotif mereka terus berkembang setiap tahunnya. Pada tahun 2018, total volume penjualan kendaraan di Filipina mencapai 391.400 unit dengan dominasi penjualan kendaraan penumpang sekitar 72 persen (281.900 unit) dan kendaraan komersial 28 persen (109.500 unit). Secara keseluruhan, pasar mobil Filipina telah berkembang cepat selama lima tahun terakhir. Bahkan pasar otomotif Filipina diprediksi bakal tumbuh 3,3 persen hingga akhir 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. 

    Kondisi pasar di Filipina menjadi indikasi peluang bagi DFSK Indonesia untuk memasarkan kendaraan-kendaraan produksinya lebih banyak lagi. Terlebih perdagangan bebas negara-negara ASEAN menambah peluang DFSK untuk bisa memasarkan kendaraan-kendaraan berkualitas dan berteknologi tinggi dengan harga yang kompetitif bagi pasar Filipina.

    Sebagai anggota dari ASEAN, Filipina tidak hanya memiliki pangsa pasar mobil terbesar keempat di Asia Tenggara, tetapi juga memiliki potensi pengembangan yang  besar, serta memiliki keuntungan "Zero Tariff Export".

    Ekspor CBU DFSK Super Cab yang berupa setir kiri ini, akan dimulai pendistribusiannya pada kuartal ke empat tahun 2019.

    Di sisi lain, meningkatnya perekonomian masyarakat Filipina juga berdampak kepada standar hidup dan kebutuhan masyarakat di sana. Hal membuka peluang besar bagi DFSK untuk memasarkan mobil penumpang andalanya di kemudian hari.

    "PT Sokonindo Automobile memiliki lini kendaraan SUV yang lengkap dan kompetitif untuk bisa memenuhi beragam kebutuhan akan kendaraan penumpang di Filipina," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.