Cara BMW Mengedukasi Konsumen Lewat Safety Driving Class

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Test drive BMW 330i M Sport di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin, 2 September 2019. TEMPO/Wira Utama.

    Test drive BMW 330i M Sport di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin, 2 September 2019. TEMPO/Wira Utama.

    TEMPO.CO, JakartaBMW Indonesia selenggarakan Customer Safety Driving Class pada hari Sabtu, 28 September 2019 di BMW Training Center, Tangerang sebagai cara mengedukasi pada pengemudi bisa membantu menekan angka kecelakaan di jalan raya. Diikuti oleh lebih dari 55 penggemar brand BMW, acara ini bertujuan untuk memastikan konsumen BMW selalu mengedepankan keamanan dalam berkendara. Acara dimulai dengan kelas Safety Driving oleh BMW Driving Instructor, Gerry Nasution; dilanjutkan dengan penjelasan mengenai BMW Safety System oleh BMW Certified Trainer, dan diakhiri dengan Driving Experience menggunakan rangkaian model kendaraan terbaru dari BMW.

    “Keamanan dan kenyamanan pengendara adalah prioritas utama BMW. Kembali ke tahun 1952, BMW telah menerapkan solusi praktikal di BMW 502, bahkan di tahun 1965 BMW telah menjalankan program ‘uji tabrak’ secara rutin untuk semua model kendaraan BMW,” ujar Jodie O’tania, Director of Communications BMW Group Indonesia.

    Sistem keamanan pada kendaraan BMW meliputi sistem aktif dan pasif. Sistem keamanan aktif memanfaatkan kerja presisi dari unit kontrol elektronik dan sensor yang terpasang, seperti Dynamic Stability Control (DSC) yang menyatu dengan Dynamic Traction Control (DTC), hingga airbags yang sedikitnya terdapat hingga 10 jenis di dalam sebuah kabin BMW. Adapun sistem keamanan pasif yang tersedia di seluruh lini kendaraan BMW adalah rancang bangun sasis yang meredam benturan jika terdapat insiden yang tidak diinginkan. Penggunaan campuran material, baja ringan, stainless-steel, hingga carbon core telah terbukti melalui 5 bintang di tes uji tabrak Euro NCAP dan kejadian aktual selama bertahun-tahun.

    Pengembangan sistem keamanan dan keselamatan BMW selalu berbasis pada realita. Inilah sebabnya para ahli di BMW Group selalu meneliti berbagai kasus kecelakaan setiap tahun, dan berinteraksi dengan biomekanik, dokter yang berspesialisasi dalam perawatan dan pencegahan kecelakaan, serta ahli traumatologi. Hal ini bertujuan agar studi yang dilakukan komprehensif guna pengembangan kendaraan BMW ke depannya.

    “Melalui program edukasi Drive Safely, Family Awaits ini kami ingin berbagi kepada pelanggan bahwa pemilihan kendaraan yang tepat serta cara mengemudi yang aman merupakan hal yang sangat penting bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu di rumah. Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari penggemar BMW,” ujar Irhan Farhan, Head of Sales Channel Development & CRM, BMW Group Indonesia.

    Selain program edukasi, pada acara yang sama BMW Indonesia juga menyediakan penawaran khusus selama acara berlangsung untuk BMW X1 sDrive18 xLine dan BMW 320i Edition Sport Shadow. Program ‘Extended Warranty’, memungkinkan penambahan garansi kendaraan hingga menjadi 4 tahun, serta pembebasan biaya bea balik nama melalui program “Bayar Off-the-road” untuk pelanggan di area domisili Jabodetabek.

    Setiap unit kendaraan yang dijual di jaringan diler resmi BMW Group Indonesia dilengkapi dengan BMW Service Inclusive, yang meliputi pemeliharaan rutin tanpa biaya selama 5 tahun atau 60.000 km, tergantung mana yang lebih dulu, serta garansi 36 bulan tanpa batasan jarak tempuh.


  • BMW
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.