Mobil Listrik Pertama Mazda Debut di Tokyo Motor Show 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mazda Logo

    Mazda Logo

    TEMPO.CO, JakartaMazda akan meluncurkan konsep mobil listrik pertamanya di ajang Tokyo Motor Show 2019. Kabar terbarunya, mobil ini akan hadir sebagai model SUV dengan jangkauan hingga 241 kilometer dalam kondisi baterai penuh.

    Seperti dilansir dari autocar, Mazda mengatakan bahwa konsep itu akan hadir dengan desain 'ruang kosong' di sekitar konsol tengah. Desain itu, kabarnya untuk menciptakan kedekatan antara kursi pengemudi dan penumpang. Selain itu, interior mobil konsep ini nantinya akan menggunanakan bahan yang ramah lingkungan.

    Jika nantinya hadir sebagai model SUV, maka besar kemungkinan mobil ini akan ditenagai baterai 35.5kWh dan mesin listrik tunggal, yang mampu mengahsilkan tenaga 140 hp dan torsi 264 Nm ke roda depan melalui single-speed transmission.

    Mobil listrik ini juga kemungkinan mampu berjalan pada kisaran jarak antara 193 kilometer sampai 241 kilometer.

    Selain itu Mazda juga akan memperkenalkan versi modern dari mesin rotari yang terkenal dalam varian range-extender dari EV. Dua tahun lalu, bos, Mazda Mitsuo Hitomi mengkonfirmasi bahwa, alih-alih digunakan dalam bentuk yang paling murni, mesin rotari akan digunakan sebagai range-extender EV.

    "Mesin putar tidak terlalu efisien untuk digunakan sebagai range-extender, tetapi ketika kita menghidupkan rotary, itu jauh, jauh lebih tenang dibandingkan dengan range-extender pabrikan lain,"ujarnya.

    Jajaran perusahaan Jepang sendiri belum memang belum menampilkan road car bermesin rotary sejak RX-8 berhenti diproduksi pada 2012. Meski pada tahun 2013, ada prototipe rotary range-extender Mazda 2. Mazda RX-Vision Concept, yang diperlihatkan di pameran motor Tokyo pada 2015, menggunakan powertrain yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.