Fitur Baru Google Maps Bisa Menandai Kecelakaan hingga Speed Trap

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan Google Maps pada sistem infotainment Apple Carplay. Sumber: auto.ndtv.com

    Tampilan Google Maps pada sistem infotainment Apple Carplay. Sumber: auto.ndtv.com

    TEMPO.CO, JakartaGoogle Maps telah menambahkan sejumlah fitur baru yang akan memungkinkan pengguna untuk melaporkan kecelakaan, speed trap, dan perlambatan lalu lintas pada perangkat iOS, setelah sebelumnya memperkenalkan fitur seperti itu untuk perangkat Android.

    Waze, aplikasi navigasi lain yang juga dimiliki oleh Google, telah menawarkan fitur-fitur ini selama beberapa tahun lalu dan siapa pun yang telah menggunakannya mengetahui betapa bergunanya fitur tersebut, terutama untuk menemukan rute alternatif jika terjadi kecelakaan.

    Mereka yang menggunakan Google Maps mulai sekarang hanya perlu mengetuk tombol plus selama navigasi untuk membuat laporan. Kategori termasuk kecelakaan, speed trap, perlambatan, pembangunan, penutupan jalur, dan kendaraan yang mogok.

    Di masa lalu, pihak berwenang telah menyatakan pelarangan karena pengemudi dapat melaporkan speed trap melalui laporan Waze, Inc, seperti pada bulan Februari Departemen Kepolisian New York (NYPD) menuntut Google untuk menghapus fitur dari aplikasi.

    "NYPD telah menyadari bahwa aplikasi Waze Mobile ... saat ini mengizinkan masyarakat untuk melaporkan DWI checkpoints. Oleh karena itu, kami menuntut Google LLC, setelah menerima surat ini, segera menghapus fungsi ini dari aplikasi Waze," tulis departemen itu.

    Ketika fungsi speed trap mulai masuk pada perangkat Android awal tahun ini yang hanya tersedia di kota-kota tertentu, tetapi tampaknya tak terhindarkan bahwa, dengan pembaruan ini akan menjadi lebih luas.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.