Toyota - BYD Bikin Perusahaan Patungan Kembangkan Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Toyota terlihat pada mobil hybrid Prius psds acara North American International Auto Show di Detroit, Michigan, AS (9/1). REUTERS/Mike Cassese

    Logo Toyota terlihat pada mobil hybrid Prius psds acara North American International Auto Show di Detroit, Michigan, AS (9/1). REUTERS/Mike Cassese

    TEMPO.CO, Shenzhen - Pabrikan kendaraan energi terbarukan asal Cina, BYD, baru-baru ini mengumumkan akan memulai perusahaan patungan 50-50 (JV) dengan Toyota untuk mengembangkan kendaraan listrik baterai (BEV). 

    Kemitraan kedua pabrikan otomotif terkemuka ini akan dimulai pada Juli 2020, untuk bersama-sama mengembangkan kendaraan listrik dan baterai mobil listrik.

    Kedua belah pihak akan memiliki masing-masing 50 persen saham di perusahaan patungan dan mengirim staf untuk mendirikan perusahaan baru. Perusahaan patungan ini diharapkan akan fokus pada penelitian dan pengembangan baterai mobil listrik, onderdil mobil dan platform produksi.

    BYD telah melakukan penjualan mobil listrik secara global, termasuk ke Indonesia. Produk mobil listrik BYD saat ini digunakan oleh operator taksi, Blue Bird. BYD juga menjalin kerja sama dengan Bakrie Autopart untuk memproduksi bus listrik di Indonesia.

    Sementara itu, Toyota memperkenalkan mobil listrik mungil Ultra-compact BEV (battery electric vehicle) di pameran otomotif Tokyo Motor Show 2019. Mobil mungil tanpa emisi gas buang ini rencananya masuk jalur produksi pada pertengahan 2020.

    Mobil listrik mungil Toyota ini dilengkapi baterai yang sanggup digunakan untuk melaju hingga sejauh 100 kilometer dengan kecepatan maksimum 60 kilometer per jam. Proses pengisian baterai hingga penuh memerlukan waktu sekitar 5 jam (200 Volt). 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.