Ekonomi Melambat, Penjualan Mobil di Cina Turun 8,2 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model berpose di dekat mobil mewah Mercedes-Benz saat berlangsungnya pameran automotif Shanghai Auto Show 2017 di Shanghai, Cina, 20 April 2017. AP Photo

    Seorang model berpose di dekat mobil mewah Mercedes-Benz saat berlangsungnya pameran automotif Shanghai Auto Show 2017 di Shanghai, Cina, 20 April 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, JakartaPenjualan mobil di Cina secara keseluruhan turun 8,2 persen menjadi 25,77 juta sepanjang 2019 berdasarkan data Asosiasi Produsen Otomotif Cina seperti dikutip dari China Daily, Kamis, 16 Januari 2020.

    Melambatnya ekonomi dan perang dagang antara Cina vs Amerika  Serikat menjadi faktor utama pelemahan penjualan. Asosiasi bahkan memperkirakan tahun ini market akan mengalami penurunan hingga 2 persen.

    Menteri Industri dan Teknologi Informasi RRC, Miao Wei memperkirakan pasar kendaraan secara keseluruhan mencapai titik terendah pada tahun 2020 atau 2021 dan kemudian rebound di tahun berikutnya.

    Tahun lalu, sebagian besar produsen mobil di Cina terpengaruh. SAIC Motor, produsen mobil terbesar di negara itu, mengirimkan 6,24 juta kendaraan, turun 11,54 persen tahun-ke-tahun.

    General motors, produsen mobil asing terlaris kedua di negara itu, penjualannya turun 15 persen dari tahun sebelumnya menjadi 3,09 juta unit. Perusahaan mengirimkan 3,65 juta kendaraan pada 2018 dan 4,04 juta unit pada 2017.

    Great Wall Motors sedikit mengalami  pertumbuhan 0,69 persen dari 2018, dengan total penjualan mencapai 1,06 juta unit.

    Honda dengan dua usaha patungannya,menjual 1,55 juta mobil. Ini adalah rekor baru bagi produsen asal Jepang itu di pasar otomotif Cina.

    Meski secara keseluruhan menurun, sebagian besar produsen mobil premium justru mengalami peningkatan penjualan.

    Volvo misalnya, produsen asal Swedia ini mampu menjual 161.436 kendaraan di Cina tahun lalu, naik 18,2 persen (Year on Year).

    Volvo mengatakan model kendaraan sport menjadi sorotan khusus ketika perusahaan memperoleh pangsa pasar di Cina, Amerika Serikat dan Eropa di tengah stagnasi pasar mobil global.

    Mercedes-Benz mengirimkan 693.443 kendaraan di negara itu, naik 6,2 persen (Year on Year) dan merupakan merek kendaraan premium terlaris di Tiongkok.

    Hubertus Troska, anggota dewan Daimler AG yang bertanggung jawab untuk wilayah Cina, menyebut 2019 sebagai tahun "luar biasa" untuk operasi perusahaan di Cina, karena menyumbang hampir sepertiga dari penjualan globalnya.

    Penjualan mobil Audi di Cina tumbuh 4,8 persen (Year on Year) tahun lalu menjadi 688.888 unit. Lu Yi, wakil presiden eksekutif Audi Cina, berharap segmen premium tumbuh lebih lanjut tahun ini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.