3 Program Astra Yogya Sukses Sedot Ribuan Biker Honda di 2019

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatihan safety riding. Dok Astra Motor Yogya.

    Pelatihan safety riding. Dok Astra Motor Yogya.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer Honda di wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas mencatat sepanjang tahun 2019, belasan ribu pengguna motor telah terlibat dalam berbagai program pelatihan perilaku aman berkendara di jalanan yang dipimpin instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta.

    “Ada 11.994 bikers dari berbagai lapisan masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya telah mengikuti pelatihan perilaku aman berkendara yang kami gelar sepanjang 2019,” ujar Marketing Region Head Astra Motor Yogyakarta Jeffry Mei Gamastra Runawang Jumat 31 Januari 2020.

    Mei menuturkan para bikers yang berpartisipasi dalam pelatihan itu memiliki latar belakang berbeda-beda. Mulai dari pelajar, guru, aparat pemerintahan, karyawan swasta, anggota komunitas bikers, hingga korporasi.

    Tingginya antusiasme berbagai lapis masyarakat yang mengikuti pelatihan perilaku aman berkendara itu, menjadi motivasi dan pendorong untuk menggelar program lebih beragam tahun ini. Sehingga semakin banyak masyarakat kian sadar arti penting perilaku aman berkendara di jalanan.

    “Kami terus akan menyasar berbagai lapisan masyarakat yangbelum tersentuh untuk mengikuti program ini,” ujarnya.

    Selain terlibat pelatihan perilaku aman berkendara, Astra Yogyakarta mencatat sepanjang 2019 lalu masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya juga antusias mengikuti program Honda Riding Trainer yang tersedia di dealer-dealer Honda.

    Honda Riding Trainer sendiri merupakan simulator yang mengajak penggunannya untuk belajar mengenai peraturan lalu lintas hingga resiko yang mungkin timbul di jalan raya.

    Tercatat sepanjang tahun 2019 terdapat 61.372 user menggunakan perangkat Honda Riding Trainer.

    Selain itu, program pelatihan ketiga yang juga tercatat diminati masyarakat khususnya kalangan pelajar yakni program sekolah binaan safety riding.

    Program ini memberikan edukasi bagi pengendara pemula yang akan dan baru memperoleh SIM mengenai perilaku aman berkendara di jalan raya.

    “Hingga akhir tahun 2019 terdapat 7 sekolah binaan yang memiliki safety riding taskforce di dalamnya,” ujarnya.

    Sekolah itu yakni SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMK Ma’arif 1 Wates, SMK Manggalatama Cilacap, SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, SMK Muhammadiyah Prambanan, SMK Negeri 1 Seyegan, dan SMK Muhammadiyah Karangmojo.

    Mei mengatakan mengawali tahun 2020, Astra Motor Yogyakarta juga telah menggeber programnya. Program pertama tahun ini berkolaborasi dengan Keluarga Besar Pushbike Yogyakarta (KBPY) untuk menggelar pelatihan safety riding bersama dengan konsep fun training.

    Dalam progam Honda yang dihelat pertengahan Januari 2020 itu melibatkan anak-anak berusia 2-7 tahun anggota KBPY yang diajak untuk mengenal beberapa rambu lalulintas dan pentingnya mengenakan helm.

    “Fun training ini dilaksanakan secara teori dengan metode story telling dan praktek dilaksanakan dengan menggunakan lintasan safety riding course yang digabungkan dengan beberapa rambu lalu lintas,” ujarnya.

    Lewat program tersebut, dikenalkan beberapa hal dasar tentang keselamatan kepada anak-anak usia dini dengan cara yang unik dan menyenangkan. Salah satunya dengan menggabungkan push bike yang trennya saat ini sedang naik dengan metode pelatihan yang sederhana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara