Alasan Grab Latih 100 Drivernya Jadi Duta Wisata di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grabbike

    Grabbike

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Operator layanan moda online Grab, memberikan pelatihan khusus untuk 100 mitra pengemudinya untuk dipersiapkan menjadi Duta Wisata GrabBike Yogyakarta.

    City Manager 2-Wheels Grab Indonesia Yogyakarta Habdillah Anuraga mengatakan program pelatihan duta wisata itu menjadi bagian kerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY untuk menggarap pasar layanan solo traveller atau pelancong individual yang populasinya besar di Yogyakarta.

    Solo traveller sendiri pasar wisatawan yang berpergian sendirian dan tak butuh alat transportasi berkapasitas besar. Namun yang praktis, cepat, dan tersedia kapanpun untuk mobilitas.

    "Solo traveller di Yogyakarta akan dimudahkan dalam mobilisasinya okeh duta wisata ini dengan layanan GrabBike Tour," ujar Habdillah Kamis 27 Februari 2020.

    Layanan itu menawarkan wisatawan mendapatkan moda transportasi yang praktis, aman serta murah. Selain itu, mereka mendapatkan nilai tambah yang penting dalam wisata mereka yaitu wawasan dan pengalaman yang kaya akan pariwisata Yogya.

    "Pengalaman ini akan wisatawan alami bersama para pengemudi yang memiliki wawasan kearifan lokal," ujarnya.

    Menurut Habdillah, mitra pengemudi yang ditunjuk menjadi Duta Wisata GrabBike itu telah dilatih dari segi standar pelayanan untuk fasih sebagai driver sekaligus pemandu pariwisata (tour guide). Baik dari segi berkomunikasi maupun pengetahuan mengenai lokasi pariwisata di Yogyakarta.

    Mitra pengemudi dibekali dengan materi yang mempersiapkan mereka sebagai garis depan bagi pariwisata Yogyakarta. Pertama, layanan keramahtamahan dasar dengan prinsip 3S (Salam, Senyum, Sapa). Kedua, pengetahuan pariwisata dasar di kota Yogyakarta serta bekal hanging booklet kepada mitra yang berisikan referensi tujuan wisata untuk penumpang dari luar kota maupun wisatawan asing yang sedang berwisata ke Yogyakarta.

    Ketiga, mitra pengemudi juga mendapatkan peningkatan aspek-aspek layanan seperti pengembangan inovasi keselamatan dan pengantaran, pelatihan mitra pengemudi, dan cakupan asuransi kecelakaan.

    Dinas Pariwisata (Dispar) DI Yogyakarta mencatat tren kunjungan wisatawan ke sejumlah obyek wisata alternatif di Yogyakarta belum sepadan dengan ketersediaan angkutan umum massal.

    Padahal antusiasme wisatawan, khususnya kaum milenial yang gemar solo travelling ke berbagai obyek alternatif itu, saat ini sedang tinggi-tingginya.

    Dinas Pariwisata merinci Yogyakarta memiliki lebih dari lima juta turis setiap tahunnya. Dari jumlah itu sekitar 40% merupakan solo traveller atau turis yang bepergian sendirian.

    Mengacu data itu Dispar DIY pun pada akhir Februari 2020 ini menggandeng layanan operator ojek online, GrabBike, untuk menyediakan kebutuhan transportasi perorangan yang dinilai fleksibel dan praktis.

    "Kami ingin memberi layanan kemudahan wisatawan berpergian ke mana saja kapan saja saat mereka di Yogya," ujar Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata DIY Rose Sutikno.

    Sutikno mencatat, sekitar 80 persen permintaan layanan bidang wisata di Yogya mulai transportasi, akomodasi, hingga kuliner saat ini dilakukan wisatawan secara online.

    Ceruk kebiasaan wisatawan kalangan milenial ini yang dinilai akan lebih terlayani dengan menggandeng ojek online yang jumlah armadanya di Yogya ada ribuan.

    "Yang jadi tantangan, bagaimana ojek online ini tak hanya dominan pelayanannya dengan rute antar dari Kota Yogya ke obyek obyek yang dituju. Tapi juga rute baliknya tersedia seimbang," ujarnya.

    Sutikno tak menampik terjadi kasus wisatawan yang mudah mendapatkan layanan ojek online dari Kota Yogya menuju sebuah obyek wisata di kabupaten Bantul atau Sleman.

    Namun wisatawan tersebut kesulitan saat mencari layanan untuk balik ke Kota Yogya karena masih minimnya armada ojek online di lokasi wisata.

    Dalam kerjasama ini, Dispar DIY pun mendorong operator Grab juga turut memberdayakan mitra pengemudi di lokasi destinasi agar jumlah yang beroperasi juga tersedia memadai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.