Dihantui Virus Corona, Gaikindo Tetap Optimistis Pasar Mobil Naik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juli 2019. ANTARA

    Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juli 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis pasar kendaraan komersial dapat meraih capaian positif pada tahun ini. Meski optimisme itu dihadang oleh munculnya wabah virus corona

    Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyatakan tahun ini kendaraan komersial seharusnya bisa meraih catatan positif lantaran faktor-faktor penghambat pertumbuhan sudah tidak ada lagi pada tahun ini.

    Dia mengatakan pada tahun sebelumnya industri otomotif secara keseluruhan mengalami perlambatan lantaran adanya tensi politik yang cukup tinggi. Diketahui pada 2019 lalu, Indonesia tengah menghadapi Pemilihan Umum dan Pemilihan Legislatif serentak.

    Ekonomi Indonesia pada 2019 silam pun tercatat mengalami perlambatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,02 persen sepanjang 2019. Realisasi tersebut cukup jauh di bawah pencapaian pada 2018, yang tercatat sebesar 5,17 persen.

    “Kalau tahun ini harusnya tensi politik sudah selesai, kemudian perang dagang sudah mereda harusnya bisa positif,” kata Yohannes kepada Bisnis, Minggu, 8 Maret 2020. 

    Yohannes memprediksi pasar kendaraan komersial bisa tumbuh sekitar 10 persen pada tahun ini. Hanya saja untuk mencapai target tersebut sektor ini harus menghadapi tantangan di awal tahun yakni wabah virus corona (Covid-19).

    Menurut Yohannes dampak Covid-19 cukup mengganggu sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan kendaraan niaga misalnya sektor pariwisata. Menurut dia bisnis pariwisata yang melambat berdampak pada menurunnya kendaraan niaga seperti bus dan minibus.

    “Agak kurang menggembirakannya sehingga yang namanya contohnya bisnis pariwisata kepukul. Kalau pariwisata terpukul, otomatis pembelian kendaraan bus ataupun kendaraan penumpang untuk pariwisata juga turun, ini yang harapan kita jangan terlalu lama lah,” kata Yohannes.

    Optimisme sama juga muncul dari PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus (MFTBC). Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB) Duljatmono memproyeksi industri kendaraan komersial dapat tumbuh di angka 7 persen.

    “Prediksi kami pasar akan naik sampai 7 persen,” kata Duljatmono di sela-sela acara GIICOMVEC 2020 beberapa waktu lalu.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.