Trump Puji General Motors Soal Ventilator untuk Perangi Corona

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump mengumumkan respons AS terhadap pandemi virus corona COVID-19 selama pidatonya dari Oval Office Gedung Putih di Washington, AS, 11 Maret 2020. [Doug Mills / Pool via REUTERS]

    Presiden AS Donald Trump mengumumkan respons AS terhadap pandemi virus corona COVID-19 selama pidatonya dari Oval Office Gedung Putih di Washington, AS, 11 Maret 2020. [Doug Mills / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat mengecam General Motors Co karena dinilai lamban memproduksi alat bantu pernapasan atau ventilator untuk pasien virus corona. Namun hari ini, Trumph mendadak memuji perusahaan otomotif yang bermarkas di Michigan, AS tersebut.

    "General Motors melakukan pekerjaan yang fantastis. Saya tidak berpikir kita perlu khawatir tentang General Motors. Mereka tampaknya bekerja sangat keras. Saya pikir saya mendapatkan laporan yang sangat bagus tentang General Motors,"kata Trump seperti dikutip dari reuters, Senin, 30 Maret 2020.

    Sebelumnya, Trump sempat kesal lantaran GM tidak bergerak cepat untuk memproduksi peralatan medis dengan menuding GM membuang-buang waktu dalam negosiasi. Merespons itu, GM berjanji untuk bergerak cepat dengan merilis foto-foto ventilator di pabrik Kokomo, Indiana.

    Kepala manufaktur GM, Gerald Johnson, mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan bertujuan untuk memproduksi 10.000 ventilator sebulan di musim panas.

    "Selambat-lambatnya pertengahan April kami berharap akan memproduksi dan menjalankan ventilator," kata Johnson.

    Pembuatan ventilator kata dia, membutuhkan pengujian dan persetujuan peraturan A.S. Selain itu GM juga harus melatih lebih dari 1.000 pekerja untuk merakitnya. GM juga berkolaborasi dengan perusahaan ventilator Ventec Life Systems.

    "Kami tak tergoyahkan dalam fokus untuk menyelesaikan ini," ujarnya.

    Pada hari Jumat waktu setempat, Trump sempat menuduh GM menginginkan dolar tertinggi untuk ventilatornya. Membantah itu, seorang juru bicara GM mengatakan bahwa perusahaan tidak melakukan proyek "dengan biaya" dan tidak akan mendapat keuntungan dari produksi tersebut.

    Johnson juga mengatakan bahwa GM menghabiskan puluhan juta untuk biaya retooling. Jika biaya retooling pemasok diperhitungkan, total biaya retooling mencapai ratusan juta dolar. Amerika Serikat saat ini menjadi negara dengan kasus corona baru terbanyak selain Cina. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.