Media Jepang Sebut Honda Kemungkinan Hadirkan CBR250RR-R

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda CBR250RR-R imaginasi dari Young Machine. Sumber: young-machine.com

    Honda CBR250RR-R imaginasi dari Young Machine. Sumber: young-machine.com

    TEMPO.CO, JakartaHonda sering kali menghadirkan mesin motor dengan performa tinggi misalnya replika NSR250R dua-stroke dan seri CB400/1300 model telanjang. Beberapa tahun lalu, Honda CBR250RR hadir untuk mengalahkan kompetitornya Kawasaki Ninja dan Yamaha YZF-R25.

    Namun, kemunculan Ninja empat silinder ZX-25R, ada kemungkinan besar bahwa CBR akan kalah telah dari spek hingga mesinnya. Meskipun CBR sangat populer di Asia, mau tidak mau akan kewalahan oleh ZX-25R dalam penjualan. Apalagi di Indonesia, pasar seperempat liter adalah cukup besar dibandingkan negara lain.

    Saat muncul perdana pada 2017, CBR memiliki sejumlah keunggulan throttle yang dikontrol secara elektronik, rangka besi mirip twin spar dan sejumlah keunggulan lain. Dari spek mesin pun CBR250RR merupakan yang tertinggi dengan 38ps namun kehadiran ZX-25R lebih superior dengan prediksi mencapai diatas 40ps.

    Di pasar sepeda motor Jepang di tahun 80-an, yang berskala sangat besar, kelas 250cc 4 silinder diikuti semua pabrikan. Lalu, sejalan dengan sejarah itu, akankah Honda merilis mesin empat silinder yang melampaui ZX-25R pada akhirnya?

    Di situlah muncul dugaan bahwa CBR250RR-R akan hadir. Apalagi setelah kehadiran CBR1000RR-R yang kemungkinan membawa aura balap sebenarnya. CBR1000RR sepenuhnya diperbarui untuk pertama kalinya dalam 12 tahun dengan spek yang diturunkan dari mesin MotoGP.

    Meski sudah punya basis tapi bisa jadi dugaan itu bisa jadi kenyataan beberapa tahun lagi. Pertama-tama, diharapkan bahwa 250RR saat ini, yang dirilis dengan biaya besar, akan mengalami perubahan untuk bersaing dengan 4-silinder.

    YOUNG MACHINE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.