Sistem Elektronik Jadi Bagian Termahal dari Mobil Baru

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) model ID.3 di pabrik VW, Zwickau, Jerman, Selasa, 25 Februari 2020. Volkswagen (VW) model ID.3 merupakan mobil hatchback bermesin listrik yang mengenakan teknologi canggih dan ramah lingkungan. REUTERS/Matthias Rietschel

    Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) model ID.3 di pabrik VW, Zwickau, Jerman, Selasa, 25 Februari 2020. Volkswagen (VW) model ID.3 merupakan mobil hatchback bermesin listrik yang mengenakan teknologi canggih dan ramah lingkungan. REUTERS/Matthias Rietschel

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan komputer atau komputasi berdampak signifikan kepada industri otomotif dalam beberapa dekade terakhir. Analisis dari Deloitte memperkirakan biaya penggunaan elektronik sudah mencapai 40 persen dari harga mobil baru. Tentu ini berbanding terbalik dengan masa 20 tahun silam, di mana mesin dan gearbox merupakan komponen utama yang dengan biaya termahal pada sebuah mobil.

    Deloitte menjelaskan bahwa vendor semikonduktor memainkan peran penting dalam rantai pasokan industri otomotif sata ini. Dalam ekosistem otomotif, vendor semikonduktor menjual ke vendor sistem elektronik Tier 1, yang kemudian mengintegrasikan teknologi ke dalam modul dan mengirimkannya ke automaker (OEM) untuk perakitan.

    "Dalam beberapa tahun terakhir, industri otomotif telah mengalami transformasi besar-besaran dan akan menemukan kembali seluruh ekosistem baru untuk tahun-tahun mendatang," tulis motor1.com yang merujuk kantor akuntan publik tersebut.

    Deloitte juga menghitung bahwa biaya komponen membentuk sistem elektronik dalam kendaraan telah tumbuh dari USD 312 per mobil pada tahun 2013 menjadi sekitar USD 400 per mobil.
    Pada tahun 2022, angka ini diperkirakan mencapai hampir USD 600 per mobil.

    "Kemajuan teknologi seperti Kecerdesan Buatan (AI), kendaraan listrik (EV), pengendaraan mandiri (mobil otonom), kesadaran sosial tentang topik-topik seperti keselamatan, masalah lingkungan, polusi, dan pertimbangan ekonomi termasuk pengeluaran infrastruktur serta pertumbuhan di pasar Asia siap untuk membentuk kembali industri otomotif," demikian kesimpulan Deloitte.

    Sebagai perbandingan, 20 tahun yang lalu, ketika sistem injeksi bahan bakar, ABS, dan ESP sudah diterapkan. Porsinya saat itu, hanya 18 persen, sekarang sudah mencapai 40 persen komputasi atau aktivitas penggunaan teknologi komputer, perangkat keras, dan perangkat lunak komputer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.