Tesla Dapat Dukungan Menkeu AS untuk Membuka Kembali Pabriknya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melintas di kawasan Pabrik mobil listrik Tesla yang tengah dibangun di Shanghai, Cina 18 Oktober 2019. Pabrik yang diberi nama Gigafactory 3 ini rencananya mulai beroperasi Oktober 2019. REUTERS/Aly Song

    Pekerja melintas di kawasan Pabrik mobil listrik Tesla yang tengah dibangun di Shanghai, Cina 18 Oktober 2019. Pabrik yang diberi nama Gigafactory 3 ini rencananya mulai beroperasi Oktober 2019. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Washington - Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Mnuchin mendukung Tesla untuk membuka kembali pabriknya di Alameda, California. Mnuchin menyatakan bahwa California harus melakukan apa pun yang diperlukan untuk membuka kembali satu-satunya pabrik Tesla di Negeri Abang Sam tersebut.

    "California harus memprioritaskan melakukan apa pun yang perlu mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah kesehatan sehingga ia dapat membuka wilayahnya dengan cepat dan aman," kata Mnuchin dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang dikutip dari Reuters, Selasa, 12 Mei 2020.

    Sebelumnya para pejabat kesehatan di Alameda tempat pabrik Tesla berada menyatakan bahwa pabrik itu harus tetap ditutup. Alasannya wilayah Alemeda masih berstatus lockdown sebagai bagian dari upaya mengekang penyebaran virus corona.

    Pihak Tesla juga sempat menuding Alameda County melanggar konstitusi California dengan menentang perintah Gubernur negara bagian, Gavin Newsom yang memberi sinyal hijau kepada pabrikan mobil listrik tersebut.

    Bos Tesla Elon Musk, menulis di akun Twitter pribadinya, Sabtu, 9 Mei 2020, bahwa ia akan memindahkan kantor pusat dan program masa depan dari California ke Texas atau Nevada dalam waktu dekat. "Jika kita bahkan mempertahankan aktivitas manufaktur Fremont sama sekali, itu akan tergantung (sp) pada bagaimana Tesla diperlakukan di masa depan," tulisnya di Twitter.

    Otoritas Alameda dan kantor Gubernur California tidak membalas permintaan wawancara Reuters terkait hal tersebut.

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.