Prospek Mobil Listrik Cerah, Xpeng Motors Gaet Dana Tambahan Rp 4,4 Triliun

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Showroom Xpeng Motors di Guangzhou, Cina, 18 Mei 2020. REUTERS

    Showroom Xpeng Motors di Guangzhou, Cina, 18 Mei 2020. REUTERS

    TEMPO.CO, ShanghaiProdusen mobil listrik Cina Xpeng Motors berhasil mengumpulkan dana tambahan sebesar US$ 300 juta atau setara Rp 4,4 triliun (kurs saat ini US$ 1 = Rp 14.700), termasuk dana segar dari Qatar, demikian Reuters melaporkan, 31 Juli 2020.

    Masa depan kendaraan listrik tampak sangat cerah dalam beberapa bulan terakhir. Meski sedang dilanda pandemi corona, saham-saham kendaraan listrik seperti Tesla dan Nio melonjak, membuat produsen mobil listrik gencar menggaet investor. 

    Xpeng, yang didukung oleh Alibaba Group Holding, mengatakan sebelumnya pada Juli telah mengumpulkan sekitar US$ 500 juta (Rp 7,35 triliun) dari investor termasuk Aspex, Coatue, Hillhouse dan Sequoia Capital China.

    Sekarang telah mengumpulkan tambahan US$300 juta dari investor baru termasuk Otoritas Investasi Qatar. 

    Dana itu akan digunakan untuk penelitian di berbagai bidang seperti teknologi kendaraan cerdas, kata sumber Reuters, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    Penggalangan dana terbaru C+ perusahaan menjadi lebih dari US$800 juta (Rp 11,76 triliun). Sumber yang menolak disebutkan namanya juga mengatakan bahwa perusahaan berusia enam tahun itu mengajukan penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat.

    Xpeng, yang telah mengirimkan 19.376 unit SUV listrik G3 pada Juni, menolak berkomentar. Otoritas Investasi Qatar tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar. CNBC sebelumnya melaporkan pendanaan tersebut pada hari Jumat, 31 Juli.

    Penjualan kendaraan energi baru (NEV) Cina turun selama 12 bulan berturut-turut di bulan Juni. NEV termasuk mobil listrik bertenaga baterai, plug-in hybrid, bensin-listrik dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen.

    November lalu, Xpeng mengumpulkan US$400 juta (Rp 5,88 triliun) dari investor termasuk Xiaomi Corp. Sumber mengatakan kepada Reuters pada saat itu bahwa investor menilai valuasi perusahaan hampir US$ 4 miliar (Rp 58,8 triliun).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.